Home Donggala

Masalah Pelabuhan, Bupati Donggala Siap Pimpin Perlawanan

Kasman Lassa. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Rencana Temui Wapres dan Menhub

Donggala, Metrosulawesi.id – Bupati Donggala Kasman Lassa akan melakukan perlawanan jika memang benar surat putusan Menteri Perhubungan Nomor 76 tahun 2018 dikeluarkan yang mengakibatkan Pelabuhan Donggala turun status.

“Sejak saya dilantik menjadi Bupati Donggala, pelabuhan adalah prioritas utama saya dan hasilnya SK tiga Kementerian (Menteri Perhubungan, Kemenkumham, Menpan) sudah kami kantongi sebagai legalitas Pelabuhan Donggala berdiri sendiri (otonomi) menjalankan aktivitas kepelabuhannya dan pisah dengan Pelabuhan Pantoloan,” tegas Kasman Lassa ditemui seusai salat Jumat di Masjid Alhabir Kompleks Perkantroan, Jumat 25 Januari 2019.

Kata Kasman, peristiwa keluarnya surat Menteri Perhubungan Nomor 76 tahun 2018 sarat dengan kepentingan segelintir oknum yang memang senagaja mengambil alih Pelabuhan Donggala di tengah masyarakat Donggala mengalami musibah gempa dan tsunami.

“Sudah Donggala kena musibah dikelo lagi di tengah jalan, itu Pelabuhan Donggala pusat perekonomian kita, masyarakat sebahagian kehidupan ekonomi bekerja di sektor jasa. Atas nama pemerintah akan melakukan perlawanan terhadap keluarnya surat Kementrian No 76 tersebut sebelum Pilpres kami akan bertolak ke Jakarta bertemu Wapres kemudian Kementerian Perhubungan,” jelasnya.

Bupati menegaskan kejayaan Pelabuhan Donggala sejak tahun 242 tahun silam harus diperjuangkan kembali, jangan cuma gara-gara surat yang hanya ulah kepentingan oknum harus mengalah dan pasrah.

“Tidak ada kata lain selain melawan, bupati, DPRD, akan bertolak ke Jakarta dalam waktu dekat, saya akan bawa bukti-bukti legalitas Pelabuhan Donggala dan pertanayakan kenapa di tengah musibah yang kita alami muncul lagi cobaan berikutnya Pelabuhan Donggala beralih status,” pungkasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas