Home Ekonomi

Era Digital, Pegadaian Tawarkan Berbagai Program Menarik

279
Yuslianto. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Dengan perkembangan jaman dan teknologi di era digitailsasi serta meningkatnya kebutuhan masyarakat, PT Pegadaian (Persero) selalu memberikan alternatif produk dan jasa yang bervariasi guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabahnya.

Deputi Bisnis Pegadaian Area Palu, Yuslianto mengatakan saat ini pegadaian telah memiliki 17 jenis produk yang ditawarkan kepada masyarakat, namun ada beberapa produk yang masih dalam tahap coba, karena hanya ditawarkan pada beberapa lokasi yang memang benar-benar sangat membutuhkan produk tersebut.

“Salah satu contoh Multi Pembayaran Online, layanan pembayaran berbagai tagihan bulanan seperti listrik, telepon, PDAM dan lain sebagainya secara online di outlet Pegadaian. Ini merupakan solusi pembayaran cepat yang memberi kemudahan nasabah dalam bertransaksi tanpa harus memiliki rekening di bank,” katanya, Jumat (25/1/2019).

Menurutnya, kondisi Kota Palu pasca bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi 28 September lalu membuat banyak nasabah belum menginginkan pengambilan kredit. Sehingga, Pegadaian memberikan produk terbaru yang bersifat syariah.

“Yang mana program menarik dari Pegadaian ialah program AMANAH pembiayaan berprinsip syariah yang melayani karyawan swasta atau pegawai negeri untuk memiliki motor atau mobil idaman,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan pembiayaan ARRUM dari Pegadaian Syariah memudahkan para pengusaha kecil untuk mendapatkan modal usaha dengan jaminan BPKB dan emas. Kendaraan tetap pada pemiliknya sehingga dapat digunakan untuk mendukung usaha sehari-hari.

“PT Pegadaian (Persero) adalah satu-satunya lembaga keuangan pemerintah yang bergerak di bidang jasa penyaluran uang pinjaman kepada masyarakat umum atas dasar hukum gadai dengan jaminan barang bergerak,” jelasnya.

Pegadaian saat ini terus mengembangkan inovasi-inovasi baru untuk memperluas pasar dan menunjang pelayanan terhadap nasabah, antara lain Pegadaian Digital Service (PDS), Investasi Emas, Gadai Syariah, Gadai Tanpa Bunga dan memperbanyak jumlah agen Pegadaian untuk memperkuat inklusi keuangan.

“Saya berharap Pegadaian akan terus menjadi perusahaan yang tetap berkontribusi besar bagi masyarakat dan perekonomian saat ini. kami harapkan kinerja persero ke depannya akan semakin bertumbuh pesat,” ungkapnya.

Yuslianto mengungkapkan rekturisasi pembayaran kredit pasca bencana dari PT Pegadaian Persero cabang Palu hanya memberikan waktu penundaan selama tiga bulan terhitung dari Oktober – Desember 2018. Sedangkan, Mulai Januari 2019 nasabah sudah melakukan pembayaran seperti biasa. Sementara itu, PT Pegadaian ditargetkan tumbuh 16-18 persen di tahun 2018.

“Sampai akhir tahun 2018 penyaluran kredit sekitar Rp575 miliar karena bencana yang melanda Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Jadi, penyaluran kredit tidak lampaui target. Sebenarnya, pencapaian kami di bulan september naik 91 persen, tepatnya di tiga bulan terakhir turun dan target kami sebesar Rp598 miliar,” ungkapnya.

Menurutnya, terkait pemutihan utang debitur korban bencana Palu, Sigi dan Donggala, Itu kewenangan negara. Sedangkan, Pegadaian hanya sebagai pelaksana tugas.

“Itu semua melalui mekanisme, kalau negara menghendaki mau tidak mau ya kita ikut saja, tapi, untuk sekarang Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan kewenangan kepada perusahaan pembiayaan swasta maupun BUMN dan perbankan tidak lagi melalui keputusan yang sudah ditetapkan,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas