H Longki Djanggola. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng H Longki Djanggola kembali mengingatkan pengelola Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dalam menggunakan bantuan dari pemeritah pusat tersebut. Secara tegas gubernur mengingatkan para bendahara agar teliti dalam hal pembukuan.

“Rajin-rajin mencatat, begitu anda membeli, menerima barang atau transaksi langsung dicatat, jangan anggap sepele karena dari situ akan terungkap transparansinya,” tegas gubernur dipertemuan rekonsiliasi Barang Milik Daerah (BMD), Aset dan Penyaluran Dana BOS Tahun Anggaran 2018 serta Sisa Dana BOS Tahun Anggaran 2017 di Palu, Rabu, 23 Januari.

Lanjut gubernur, jangan karena takut kepada kepala sekolah membuat para bendahara jadi asal mengiyakan apa saja yang ingin dibelinya.

“Membeli barang harus sesuai dengan yang ada di rencana pembelian supaya pertanggungjawaban diterima,” ucapnya.

Gubernur kembali menegaskan agar bendahara cermat dalam memilah apa yang harus dibelanjakan dari dana BOS.

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulteng bertujuan untuk mencocokkan data yang ada di dinas dengan data tiap sekolah yang dibawahi. Sejak peralihan kewenangan tata kelola ke provinsi, Disdikbud kini membawahi sebanyak 291 sekolah yang tersebar di 13 kabupaten/kota se Sulteng.

Kegiatan rekon diikuti oleh para kepala cabang dinas pendidikan, kepala-kepala sekolah, bendahara BOS, dan pengurus barang. Sesuai rencana rekon akan dilaksanakan selama 6 hari kedepan.

Pada kesempatan itu, gubernur yang didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Eda Nurely dan Karo Humas Protokol Moh Haris menyerahkan simbolis 6 unit traktor yang diperuntukkan bagi SMK Pertanian.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas