Home Sulteng

Santunan Korban Bencana, By Name By Addres

H Ridwan Mumu. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemprov Sulteng terus berupaya membantu beban masyarakat terdampak bencana di Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong. Hal itu terbukti melalui surat Gubernur H Longki Djanggola dengan Nomor: 466.1/018/BPBD mengharapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bisa segera mencairkan bantuan dana stimulan dan santunan korban bencana.

Longki mengharapkan realisasi santunan untuk ahli waris 4.340 korban meninggal dunia dengan total Rp65,100 miliar. Masing-masing ahli waris akan menerima Rp15 juta yang akan dicairkan melalui transfer bank. Bantuan dana stimulan dan santunan korban meninggal dunia diberikan berdasarkan hasil rapat yang dipimpin Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta pada 5 November 2018 dan hasil rapat di Kantor Gubernur Sulteng pada 11 November 2018. Pemberian bantuan dan satunan itu sesuai amanat Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 4 Tahun 2015.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Sulteng H Ridwan Mumu memastikan sebanyak 4.340 korban meninggal dunia dan hilang atas bencana yang melanda Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong mendapat santunan.

“Datanya sudah diacc bapak Wapres sesuai rekomendasi yang ditandatangani bapak gubernur tertanggal 8 Januari,” ungkap Kepala Dinas Sosial Sulteng H Ridwan Mumu di Palu, Senin, 21 Januari 2019.

Dia menerangkan data yang dikirimkan ke Kemensos bersumber dari Pusat Data Informasi Bencana (Pusdatina) yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Mohamad Hidayat.

Selain korban meninggal dunia dan hilang, Kemensos juga akan memberikan bantuan jaminan hidup kepada 72 jiwa korban bencana dan memberikan bantuan perlengkapan Hunian sementara (Huntara) berupa kompor gas, peralatan masak dan kasur/tempat tidur.

“Data-data yang dihimpun Pusdatina berdasarkan SK Bupati/Walikota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong yang sudah diberikan kepada bapak gubernur,” terang Ridwan.

Mantan Kepala Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng itu mengatakan pemberian santunan dan bantuan bagi korban terdampak bencana merupakan amanat Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 4 Tahun 2015.
Santunan dan bantuan akan diberikan dengan sistem transfer bank kepada rekening penerima. Santunan diterima oleh ahli waris keluarga inti seperti istri atau suami, anak, adik atau kakak kandung.

“Jadi nanti penerima santunan dan bantuan by name by addres akan dibukakan rekening masing-masing,” ujarnya.

Adapun penyaluran tinggal menunggu verifikasi data oleh tim Kemensos dalam waktu dekat ini. Penyaluran diupayakan setelah berakhir perpanjangan masa transisi tanggap darurat pada 23 Februari mendatang. Mensos Agus Gumiwang digendakan akan hadir langsung menyalurkan santunan dan bantuan tersebut.

“Bapak menteri sudah hubungi saya akan hadir menyalurkan santunan dan bantuan kepada penerima. Bapak menteri juga akan meyalurkan bantuan pengolahan air minum dengan menggunakan motor yang bisa masuk ke tenda-tenda pengungsian,” tandas Ridwan.

BNPB sendiri sudah mulai memproses bantuan dana stimulan dan santunan untuk korban bencana di Sulteng. Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala BNPB Letjen Doni Monardo saat rapat evaluasi pelaksanaan kegiatan pemulihan dampak bencana gempabumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Kamis, 17 Januari 2019.

“BNPB akan segera memproses usulan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi tengah, terkait pengajuan dana stimulan dan dana santunan,” ujar Kepala BNPB.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas