RESMIKAN HUNTARA - Secara simbolis Huntara di Jalan Dayo Dara II Kelurahan Talise Valangguni, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu diluncurkan, Selasa 22 Januari 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Rumah Zakat meluncurkan 200 hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana di Kota Palu dan sekitarnya, Selasa 22 Januari 2019. 200 bilik (20 unit) Huntara tersebut dibangun di Kota Palu dan Sigi.

Dari 200 Huntara yang dibangun, sudah rampung sebanyak 50 Huntara (5 unit) berlokasi di Jalan Dayo Dara II Blok F Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Huntara yang dibangun diprioritaskan bagi korban bencana yang kehilangan rumah. Hal ini diungkapkan Lurah Talise Valangguni Irma.

“Lima puluh sudah sudah disiapkan. Yang saya kasih masuk yang betul-betul rumahnya hilang, bukan yang ngontrak atau kos,” ungkap Lurah Talise Valangguni, Irma, usai peresmian. Sebagai pemerintah setempat, ia dipercayakan untuk menentukan siapa saja yang berhak menempati Huntara itu.

Korban bencana yang kehilangan rumah di Kelurahan Talise Valangguni sendiri sebanyak 153 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar hampir 300 jiwa.

Pemerintah Kota Palu mengapresiasi upaya Rumah Zakat untuk menyediakan hunian bagi para korban bencana di daerah ini.

“Peresmian ini salah satu upaya percepatan pemenuhan hunian,” ungkap Asisten II Kota Palu Imran M Lataha.

Sementara itu, pihak Rumah Zakat menyebut kedepan sinergi Rumah Zakat dan para donatur akan terus dilanjutkan untuk dapat menambah 300 Huntara lagi. Sehingga total hunian sementara yang akan dibangun sebanyak 500 huntara.

“Tidak hanya berhenti di situ, Rumah Zakat juga terus membuka peluang donasi untuk dapat lagi membagikan lebih banyak kebaikan bagi Indonesia dan dunia kedepan melalui berbagai program kemanusian dan pemberdayaan yang dijalankan oleh Rumah Zakat,” ungkap Strategic Partnership Division Head Rumah Zakat Didi Sabir.

“Mengawali tahun 2019, Rumah Zakat dengan berbagai donatur terus bersinergi menebar kebaikan dengan melaunching 200 hunian sementara untuk korban gempa, tsunami, dan likuifasi di Palu.”

Acara yang turut dihadari oleh jajaran pemerintah Palu ini mendapatkan perhatian dan antusiasme khusus dari warga palu mengingat kondisi penyintas becana yang sangat memerlukan tempat hunian.

200 hunian sementara yang dibangun di lahan 1 hektar merupakan hasil sinergi kebaikan dari berbagai donatur Rumah Zakat. Lahan tersebut merupakan milik warga. Pemilik lahan, Dg Malatu Dg Paliwa mengizinkan lahannya digunakan untuk keperluan Huntara hingga beberapa tahun kedepan.

“Kita kasih untuk dipakai selama dua tahun, setelah itu katanya Huntara ini nantinya akan diserahkan ke saya sebagai pemilik tanah setelah para pengungsi sudah mendapatkan Huntap,” ungkap mantan Ketua Adat Valangguni.

Fatmawati (40), salah satu korban bencana yang kehilangan rumah akibat gempa bumi mengaku senang dengan cepatnya pembangunan Huntara oleh Rumah Zakat.

“Kita juga bisa lebih nyaman di sini daripada di tenda,” kata korban bencana yang rumahnya di Jalan Soekarno Hatta telah ambruk akibat bencana 28 September 2018 lalu.

Listrik dan beberapa pelayanan di Huntara tersebut akan ditanggung oleh pemerintah. Hal ini dipastikan oleh Asisten II Kota Palu dalam kesempatan itu.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas