DIPENUHI SAMPAH - Pantai wisata Boneoge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulteng kini tidak terawat dipenuhi sampah campuran plastik, kayu dan sampah lainnya, Sabtu, 19 Januari 2019. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

*Dampak Bencana, Pengunjung Kian Sepi

Palu, Metrosulawesi.id – Pantai wisata Boneoge, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, Provinsi Sulteng yang dahulu salah satu destinasi favorit, kini tidak terawat. Pantauan Metrosulawesi, disepanjang bibir pantai terlihat sampah campuran plastik, kayu dan sampah lainnya, Sabtu, 19 Januari 2019.

Mirisnya tidak ada upaya pihak terkait melakukan pembersihan di pantai indah yang terkenal dengan pasir putihnya itu. Padahal dengan letak strategis yang hanya butuh sekitar 50 menit perjalanan dari Kota Palu, untuk sampai ke Pantai Boneoge, atau sekitar 10 menit dari pusat Kota Donggala, harusnya bisa penyumbang kunjungan wisatawan di daerah ini.

Salah seorang pengunjung, Margaretha mengungkapkan kekecewaanya melihat kondisi pantai yang dipenuhi sampah. Pengunjung asal Palu yang baru pertamakali ke Pantai Boneoge itu berharap pihak terkait secepatnya melakukan pembersihan.

“Semoga bisa cepat dibersihkan agar pengunjung yang datang nyaman menikmati liburan di Pantai Boneoge ini,” ucapnya, Sabtu, 19 Januari.

Sementara itu, salah seorang warga yang ditemui awak Metrosulawesi mengaku pascabencana gempabumi yang memicu tsunami, pengunjung di Pantai Boneoge semakin sepi.

“Pengunjung sangat sepi, mungkin masih trauma ke pantai karena tsunami yang terjadi pada 28 September lalu,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, ditengah upaya Sulteng bangkit kembali pascabencana, Gubernur H Longki Djanggola melalui Staf Ahli Siti Norma Marjdanu menegaskan provinsi yang dipimpinnya masih berpeluang menjadi destinasi utama di Indonesia.

“Sulawesi Tengah berpeluang menjadi salah satu daerah destinasi wisata utama di Indonesia, karena memiliki objek wisata unggulan yang terdapat dimasing-masing kabupaten/kota,” ujar Norma saat Sosialisasi Tanda Daftar Usaha Pariwisata di Hotel Jazz Palu, awal Desember lalu.

Pengembangan sektor pariwisata didorong menjadi satu kesatuan langkah antara para pemangku kepentingan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Untuk itu diperlukan berbagai upaya dalam rangka membangun kerjasama dan sinergitas antara pemerintah daerah dan pengusaha.

Semuanya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan peluang bagi daerah untuk menarik arus investasi ke berbagai bidang pembangunan yang saat ini dilakukan guna tercapainya visi pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yakni Sulawesi Tengah maju, mandiri dan berdaya saing.

Gubernur mengatakan adanya kalender pariwisata dari masing-masing kabupaten/kota se Sulteng bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata, kebudayaan dan investasi yang ada di daerahnya. Hal itu diharapkan mampu berperan sebagai pintu masuk wisatawan mancanegara dan dapat meningkatkan target kunjungan wisatawan.

“Tentunya untuk mendukung target tersebut pengelolaan kepariwisataan perlu didukung dengan standar pelayanan yang baik dan produk pariwisata yang berkualitas,” tandasnya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas