Home Donggala

Galian C Longsor, Tutupi Poros Palu-Donggala

383
TERTAHAN LONGSOR - Ratusan kendaraan baik dari arah Palu maupun dari arah Donggala terpaksa tertahan menunggu pembersihan material longsor dari badan jalan, Selasa 22 Januari 2019. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Donggala, Metrosulawesi.id – Longsor terjadi di jalan poros Palu-Donggala tepatnya di desa Loli Dondo Kecamatan Banawa, Selasa pagi 22 Januari. Akibatnya antrian panjang terjadi kurang lebih selama delapan jam.

Hujan yang menguyur dan pertambangan galian C yang menjamur di wilayah itu diduga kuat jadi penyebab longsor yang cukup parah tersebut.

Kepala Desa Loli Dondo, Arwin mengatakan, selama ia mendiami desa Loli Dondo, baru kali ini kejadian terbesar tersebut. Ini sebagai dampak dari pertambangan di desa Loli Dondo.

Arwin yang sudah menjabat sebagai kades selama dua periode itu mengatakan, walau tidak ada korban jiwa dari musibah ini, tetapi dampak lingkungannya sangat terasa dan terjadi kemacetan luar biasa.

 “Akibat hujan deras semalam tumpukan material tambang yang terbawa air jatuh ke pinggir jalan, sehingga badan jalan tertutup setinggi enam meter. Akibatnya antrian kendaraan tak terindahkan, walau tak ada korban jiwa tapi berapa waktu yang terbuang menunggu antrian di tempat ini,” tukasnya.

Hal senada diutarakan warga Lalundu, Alex, yang hendak menuju Kota Palu. Dia harus tertahan selama enam jam di lokasi longsor menunggu sistem buka tutup (satu arah) yang dilakukan pihak kepolisian.

“Dari pagi pak saya di sini, nanti tembus ini jam 12 siang,” keluhnya.

Reporter: Tamsyir Ramli

Ayo tulis komentar cerdas