BANTUAN SEPATU - Kadisdikbud Palu Ansyar Sutiadi saat turun langsung memberikan sepatu kepada sejumlah siswa di SDN 15 Palu dan SDN 22 Palu. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu kembali menyalurkan sepatu kepada peserta didik yang terdampak bencana tsunami dan liquifaksi. Kali ini Disdikbud menyalurkan sebanyak 80 pasang sepatu ke SD Negeri 15 Palu dan SDN 22 Palu.

“Penyaluran ini atas inisasi Pressroom Pendidikan Kota Palu yang membantu kami untuk mencari data serta membagikannya ke sejumlah siswa yang memang betul-betul terdampak bencana,” kata Kepala Disdikbud Kota Palu H Ansyar Sutiadi, di Palu, Sabtu, 19 Januari 2019.

Ansyar mengatakan, pembagian sepatu ini sasarannya peserta didik yang terdampak bencana.

“Karena sesuai informasi di dua sekolah tersebut ada sejumlah siswa yang terdampak tsunami,” katanya.

“Kami berharap tidak ada lagi siswa yang tidak memiliki perlengkapan sekolah. Selain itu tidak ada lagi peserta didik yang tidak bergairah ke sekolah karena minder, tidak memiliki perlengkapan sekolah. Olehnya itu, kami berupaya semua anak-anak di Palu harus memiliki perlengkapan sekolah,” jelasnya.

Kata Ansyar, bantuan perlengkapan sekolah itu berupa pakaian seragam, tas, buku, sepatu dan perlengkapan lainnya.

“Bantuan sepatu dan perlengkapan sekolah lainya ini bersumber dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud RI). Kemudian diserahkan ke Walikota Palu, setelah itu diintruksikan kepada Disdikbud Palu untuk mendistribusikan kepada seluruh peserta didik terdampak di Kota Palu,” katanya.

Ansyar mengatakan, total sepatu yang dibantu ke Kota Palu sebanyak 6.285 pasang, kurang lebih 3000 pasang sepatu telah disalurkan.

“Olehnya kami akan terus mencari peserta didik yang betul-betul terdampak bencana,” ungkapnya.

Ansyar menegaskan lagi bahwa bantuan tersebut diberikan kepada siswa yang tidak memiliki sepatu dan kemampuan ekonomi orang tuanya minim.

“Dengan terlengkapinya perlengkapan sekolah, maka gairah anak didik bersekolah dan belajar akan meningkat, kami ingin mengejar ketertinggalan pelajaran selama pasca bencana, kurang lebih dua bulan. Olehnya kami berharap dapat menjadikan mutu dan kualitas pendidikan di Palu tidak tertinggal dengan daerah lainnya,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas