FOTO BERSAMA - Komisioner KPU Sulteng Samsul Y Gafur bersama komisioner KPU Sulbar, KPU Pasangkayu foto bersama saat pertemuan di KPU Pasangkayu, Kamis 17 Januari 2019. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Ratusan warga Donggala terpaksa menyalurkan hak suaranya di Kabupaten Pasangkayu Sulawesi Barat pada Pemilu 2019. Meskipun mereka tinggal di wilayah Sulawesi Tengah, tapi mereka terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pasangkayu.

Komisioner KPU Sulawesi Tengah Samsul Y Gafur mengemukakan, ratusan warga tersebut bertempat tinggal di wilayah perbatasan antara Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat, tepatnya empat dusun di Desa Pakawa.

Sebelumnya empat dusun di Desa Pakawa tersebut masuk dalam wilayah Kabupaten Pasangkayu. Tetapi, setelah terbit Permendagri 60/2018 tentang batas wilayah, empat dusun tersebut masuk dalam wilayah Sulawesi Tengah.

“Tidak pernah (didata dalam DPT), karena memang wilayah itu sebelumnya masuk Kabupaten Pasangkayu, jadi selama ini mereke terdaftar sebagai pemilih Kabupaten Pasangkayu,” ungkap Samsul Y Gafur kepada Metrosulawesi, Jumat 18 Januari 2019.

Samsul Y Gafur telah berkunjung ke desa tersebut dan melakukan pertemuan dengan sejumlah pihak untuk memastikan hak politik warga dapat disalurkan pada Pemilu 2019. KPU Sulteng diwakili Samsul Y Gafur mengadakan pertemuan bersama sejumpah pihak di desa tersebut, Kamis 17 Januari 2019.

Rapat yang dilaksanakan di balai desa dihadiri Asisten 2 Gubernur Sulbar, Bupati Pasangkayu yang diwakili asisten 2, Ketua DPRD Pasangkayu, KPU Sulbar, KPU Sulteng, KPU Pasangkayu dan KPU Donggala. Hadir pula Wakapolres Pasangkayu, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta warga Desa Pakawa.

“KPU Sulteng dan Sulbar tidak masuk dalam domain soal batas wilayah provinsi sesuai Permendagri 60/2018, KPU hanya berkepentingan terkait dengan status pemilih di wilayah perbatasan yang harus mendapat pelayanan memilih di hari pemungutan suara pemilu 2019,” tegas Samsul Y Gafur.

Setelah melalui dialog, KPU Sulteng dan KPU Sulbar akhirnya sepakat bahwa penyelesaian pemilih yang berada di wilayah perbatasan Sulbar dan Sulteng yang mempunyai identitas kependudukan Kabupaten Pasangkayu dan telah masuk dalam DPT Kabupaten Pasangkayu Sulbar tetap menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019 di TPS dalam wilayah Kabupaten Pasangkayu. Jumlah pemilih sebanyak 475 orang.

“Terkait dengan penentuan batas wilayah berdasarkan Permendagri Nomor 60 tahun 2018 oleh pemerintah dan masyarakat Kabupaten Pasangkayu masih akan meminta revisi kepada Mendagri untuk meninjau ulang Permendagri soal batas wilayah tersebut, dimana empat dusun Desa Pakawa masuk ke wilayah Kabupaten Donggala, Sulteng,” kata Samsul Y Gafur seusai mengikuti rapat.

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas