Home Ekonomi

Pemkot Dorong 216 Koperasi Binaan

319
Kepala Dinas Koperasi UMKM & Tenaga Kerja Kota Palu, Setyo Susanto. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah melalui Dinas Koperasi UMKM Dan Tenaga kerja saat ini telah mendorong sebanyak 216 koperasi binaan ke arah lebih baik.

Kepala Dinas Koperasi UMKM & Tenaga Kerja Kota Palu, Setyo Susanto mengatakan sesuai dengan pengamat dibidang koperasi nasional terkait perubahan reformasi atau perubahan terhadap usaha koperasi yang ada.

“Kita tidak membina secara per orangan yang mana kita bina agar mereka bisa lebih mandiri. Berbagai Koperasi binaan serba usaha dan simpan pinjam sudah terbina dengan baik,” kata Setyo Susanto, Kamis (17/1/2019).

Menurutnya, sekarang ini banyak unit koperasi yang tidak menggunakan prinsip koperasi. Sedangkan, prinsip koperasi ada tujuh yang pertama Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka, kedua pengelola koperasi bersifat demokratis, ketiga Pembagian (SHU) atau Sisa Hasil Usaha di lakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota.

“Yang tersentuh prinsip itu paling hanya dua prinsip koperasi. Yang lima lagi mereka abaikan bahkan sampai tidak di pakai sama sekali. Istilahnya, bajunya saja koperasi jalannya seperti perusahaan,” ujar dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan pemberian balas jasa terhadap modal, Semua anggota dan pengurus koperasi harus bisa mengoperasikan koperasi secara baik agar tidak mendapat kerugian atau modal tidak sesuai dengan pendapatan, disini smua pengurus dan anggota harus kerja lebih extra.

Selanjutnya, kemandirian yang mana koperasi mengajarkan untuk setiap orang belajar mandiri atau berdiri sendiri dan belajar sendiri tidak mengandalkan orang lain tapi mengandalkan kepintaran diri yang ada.

“Pendidikan Perkoperasian, dalam koperasi masing-masing anggota diajarkan, untuk berdagang, mampu berkomunikasi dengan baik terhadap masyarakat, bisa membawa diri untuk bersikap lebih baik lagi.

Selain itu, kerjasama antar koperasi dalam hal ini koperasi yang lebih tinggi tingkatnya harus bisa membimbing koperasi yang lebih rendah tingkatannnya, agar masyarakat bisa terpuaskan pada khususnya dan anggota pada umumnya. Serta dapat memperpanjang umur koperasi tersebut karena selalu bekerja sama dengan baik antar koperasi.

Ia menilai bahwa lewat program koperasi ini para pedagang mikro dan kecil dapat bertahan karena memiliki akses modal yang mudah sehingga bisa bersaing di pasar. Sedangkan, 34 unit koperasi diidentifikasi akan dibubarkan.

“Tahun ini kita surat dulu, bila mereka tidak menanggapi himbauan kami, ya mau tidak mau terpaksa dibubarkan. Kebetulan penyuluh ada berada di lapangan. Kemungkinan para penyuluh akan memberikan laporan ke Kementerian koperasi di Jakarta,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga berupaya melakukan pembinaan terhadap Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Ibu Kota Provinsi Sulteng ini untuk mengembangkan berbagai produk unggulan lokal.

“Program ini kami rintis, sebagai tugas pokok dan fungsi Dinas Koperasi, UMKM dan Ketenagakerjaan, maka menjadi kewajiban dan kewengan kami melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha dan koperasi,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Patarudin

Ayo tulis komentar cerdas