PANTAU CUACA - Prakirawan BMKG Palu Eka Trimas Widyatmoko memantau cuaca di wilayah Sulawesi Tengah, Selasa, 15 Januari 2019. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Empat Wilayah Berpotensi Dilanda Banjir

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Palu mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi angin puting beliung di wilayah Sulawesi Tengah. Prakirawan BMKG Palu Eka Trimas Widyatmoko menjelaskan potensi angin puting beliung tersebut berdasarkan pertumbuhan awan cumulonimbus atau awan putih bergerombol yang berlapis-lapis dalam tiga hari kedepan.

“Masyarakat harus waspada dan mencari tempat aman saat angin sudah mulai kencang,” ujar Eka kepada Metrosulawesi, Selasa, 15 Januari 2019.

Jenis awan cumulonimbus adalah penyebab terjadinya angin kencang, petir, dan hujan lebat dalam durasi waktu singkat kurang dari satu jam. Awan cumulonimbus berpotensi terbentuk di masa pancaroba, dan di tengah musim hujan terdapat jeda hujan. Pada hujan yang pertama di hari berikutnya berpotensi membentuk awan cumulonimbus.

“Di Palu memang sering tumbuh awan cumulonimbus, biasa tanda-tandanya ada kilat atau petir. Di Palu juga terdapat belokan angin yang berpotensi petumbuhan awan sangat besar. Dari pertumbuhan awan itu kalau sudah cukup massa udaranya bisa menjadi awan cumulonimbus yang mengakibatkan angin puting beliung,” ucap Eka.

Kemunculan angin puting beliung yang disebut juga tornado kecil dikatakan sebelum atau saat hujan. Kewaspadaan suatu keharusan sebab diprakirakan dalam tiga hari kedepan hampir semua wilayah Sulteng akan diguyur hujan. Potensi hujan diamati mengguyur pada siang hingga malam hari dengan intensitas ringan sampai lebat.

“Memang untuk Indonesia, termasuk wilayah Sulteng, masih akan diguyur hujan hingga Februari bulan depan,” jelasnya.

Eka mengatakan dengan masih akan diguyur hujan, ada empat wilayah yang berpotensi dilanda banjir yaitu Sigi, Tojo Unauna, Morowali, dan Morowali Utara. Empat wilayah tersebut diamati potensi hujan akan mengguyur lebat.

Kepada masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan lokasi rawan bencana harus lebih waspada. BMKG Palu kata Eka akan terus memberikan warning atau peringatan dini kepada masyarakat luas. Peringatan dini disampaikan agar masyarakat mengetahui potensi ancaman bencana.

“BMKG setiap saat memberi warning. Kami berharap kalau ada warning masyarakat waspada dan mencari tempat aman agar terhindar dari ancaman bencana,” tandas Eka.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas