Kasman Lassa-Moh Yasin saat dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Donggala terpilih periode 2019-2024, di Gedung Pogombo Kantor Gubernur Sulteng, Rabu, 16 Januari 2019. (Foto: Eddy/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Donggala hingga saat ini belum menetapkan lokasi pembangunan Hunian tetap (Huntap) bagi korban terdampak bencana gempabumi dan tsunami di daerah itu. Olehnya Gubernur Sulteng H Longki Djanggola meminta Bupati Donggala Kasman Lassa segera menetapkan lokasi Huntap.

“Tolong Bupati Donggala pak Kasman, segera diusulkan penetapan lokasi pembangunan Huntap,” ujar gubernur usai melantik Kasman Lassa-Moh Yasin sebagai Bupati dan Wakil Bupati Donggala Periode 2019-2024 di Palu, Rabu, 16 Januari 2019.

Gubernur mengatakan usulan lokasi Huntap harus cepat disampaikan mengingat akan terlebih dahulu dilakukan kajian sebelum penetapan lokasi. Lokasi Huntap dikatakan harus terbebas dari ancaman tsunami, likuifaksi dan sesar Palu Koro.

“Kita sudah masuk pada perpanjangan transisi darurat sampai dengan tanggal 23 Februari 2019. Bupati dan wakil bupati yang baru dilantik agar dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat yang ada di Kabupaten Donggala,” ucap Longki.

Dia menegaskan pemerintah harus terus hadir ditengah-tengah masyarakat, melihat kondisi masyarakat dan menemukan solusi atas permasalahan yang ada. Kepada masyarakat, gubernur berharap agar terus meningkatkan koordinasi dalam rangka percepatan pemulihan dampak bencana.

Sebelumnya, Kasman mengungkapkan untuk pendirian Huntap, pihaknya masih terkendala lokasi.

“Lokasi Huntap masih perlu dibicarakan karena tanahnya akan langsung dimiliki penghuninya,” kata Kasman usai menghadiri suatu kegiatan di Palu, pada Desember 2018 lalu.

Kasman mengatakan kerugian dampak bencana yang melanda Donggala mencapai Rp2,4 triliun mencakup kerusakan infrastruktur umum dan perumahan. Sementara korban jiwa meninggal dunia sekitar 200 orang. Dari jumlah tersebut, 22 orang dikatakannya merupakan pegawai negeri di lingkup Pemerintah Kabupaten Donggala.

Untuk jumlah pengungsi pada hari pertama pasca bencana mencapai 292.174 jiwa tersebar di sejumlah kecamatan. Pengungsi berangsur-angsur menurun hingga masa transisi darurat menuju pemulihan menyisahkan 36.246 jiwa. Kondisi kesehatan masyarakat yang berada di pengungsian terus dipantau Pemkab Donggala bersama relawan.

“Kalau kerusakan bangunan dengan kategori berat, sedang dan ringan ada sekitar 17.490 unit,” pungkas Kasman.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas