Home Palu

Juara Tiga Tartil Quran, Hafal 10 Juz di Usia 15 Tahun

FOTO BERSAMA - Ahmad Khadafi dua dari kanan saat foto bersama guru dan pembina Hafidz SMP Otak Kanan Palu, Rabu, 16 Januari 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Di usia 15 tahun, Ahmad Khadafi, siswa SMP Otak Kanan Palu telah menghafal 10 juz Al-Qur’an. Dia mengaku, sejak kelas 5 SD sudah menghafal 3 Juz Al-Quran.

“Selama saya melatih hafalan Qur’an kesulitannya adalah lupa dan kurang fokus. Namun saya tetap optimis bisa menghafal Qur’an hingga 30 juz,” kata Ahmad yang saat ini sudah duduk di kelas III, SMP Otak Kanan Palu, Rabu, 16 Januari 2019.

Ahmad mengatakan demi meningkatkan bakatnya, dirinya beberapa waktu lalu meraih prestasi Juara Ketiga di ajang lomba tartil 30 Juz di Jakarta.

“Prestasi itu membuat orang tua bangga, dan sangat mendukung saya untuk mengembangkan hafalan Qur’an. Maka pada saat lulus dari jenjang SMP, saya rencana akan melanjutkan pendidikan pada Pesantren di Bogor,” ujarnya.

Ahmad bercita-cita ingin menjadi pendakwah dan pengusaha. Dirinya optimis, cita-cita itu dapat diraih.

“Saya berharap orang tua saya bisa senang dan bisa bangga atas prestasi yang saya raih ini. Kedepannya, saya akan terus berusaha membanggakan nama keluarga, sekolah dan khususnya diri saya sendiri,” ungkapnya.

Sementara salah satu guru SMP Otak Kanan Palu, Syamsuddin, SMP Otak Kanan memang mempunyai program menciptakan siswa Hafidz Qur’an. Olehnya di sore hari, para siswa dibagi dalam kelompok membentuk Halaqah (lingkaran), masing-masing Halaqah mempunyai tingkatan hafalan, yakni satu sampai enam.

“Semua siswa di SMP Otak Kanan wajib menghafal Qur’an, bagi siswa yang belum mengerti mengaji, akan diajarkan dari tingkat satu, hingga betul-betul bisa mengaji dan menghafal. Menariknya adalah, setiap ujian sekolah, salah satu penilaian yang diminta oleh guru ke siswa adalah hafalan qur’annya,” ujarnya.

Kata dia, nilai hafalan ada rapor siswa, sehingga pada ujian semester 1 dan 2, nilai hafalan dimasukan. Dengan begitu, tidak ada alasan buat siswa untuk tidak menghafal Qur’an.

“Selama SMP Otak Kanan Palu menerapkan program hafalan ini, umumnya para siswa sangat antusias, bahkan kami tidak ada masalah saat mengajarkannya kepada siswa. Yang jadi problem hanya siswa yang mengalami IQ atau mental yang bermasalah. Tetapi untuk siswa yang normal, tidak ada masalah dalam menghafal Qur’an,” jelasnya.

Menurut Syamsuddin, hampir 50 persen siswa di SMP Otak Kanan Palu rata-rata menghafal Qur’an. Bahkan para siswa umumnya telah menghafal juz 30.

“Program ini sudah berjalan dua tahun, dan ini berlanjut ke jenjang SMA Otak Kanan Palu. Siswa yang masuk di Yayasan Otak Kanan Palu ini tidak mesti harus pintar baca Qur’an, tetapi yang belum bisa baca Qur’an juga di terima di sekolah ini. Disini kita ajarkan dari awal dulu hingga masuk sekolah mengenai hafalan Qur’an,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas