Home Palu

SDN 15 Palu Dinilai Layak Dapat Rekomendasi

18
FOTO BERSAMA - Kadisdikbud Ansyar Sutiadi, didampingi Kabid SD, Yabidi, serta Kepala UPTD Palu Timur-Mantikulore Wilayah II, Irma Diaya, saat foto bersama dengan Kepala SDN 15 Palu, Paizah, usai mengevaluasi simulasi pembelajaran tatap muka, Rabu, 16 September 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

  • Hasil Evaluasi Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi, didampingi Kepala Bidang SD, Yabidi, serta Kepala UPTD Palu Timur-Mantikulore Wilayah II, Irma Diaya, langsung mengevaluasi pelaksanaan simulasi penerapan pembelajaran tatap muka di masa pandemi Covid-19, atau masa new normal, Rabu, 16 September 2020.

Menurut Ansyar, sesuai hasil evaluasi terhadap simulasi yang digelar di SDN 15 Palu berjalan dengan baik, dari kesiapan pendidik dan tenaga kependidikanya siap, kemudian sarana prasarana pemutusan matarantai penyebaran Covid-19 seperti thermo gun, disinfektan, hand sanitizer, tempat cuci tangan, bahkan dilengkapi dengan bilik disinfektan.

“Selain itu kami melihat para peserta didik ketika masuk tadi sudah menggunakan masker, begitupun para guru. Hanya saja ada beberapa temuan kita perlu evaluasi kepala sekolah yakni ada peserta didik datangnya terlalu cepat, di era new normal baru ini peserta didik tidak bisa terlalu cepat datang, kalau dulu itu bagus datang lebih cepat tetapi sekarang tidak, karena petugas belum siap,” ujarnya.

Seharusnya kata Ansyar, jika pukul 07.30 siswa datang paling cepat 10 menit atau 20 menit datang ke sekolah, sebab guru sudah harus ada di sekolah pukul 07.00.

“Maka saya sudah pesan kepada kepseknya, jika Guru lambat datang maka harus diberi pembinaan, jika ada peserta didik dua kali melanggar protokol maka siswa itu harus belajar daring, begitupun Guru ketika dua kali melakukan pelanggaran, mengajar secara daring,” imbuhnya.

Ansyar menilai, SDN 15 Palu sudah layak untuk dilanjutkan ke Gugus Tugas guna mendapatkan rekomendasi. Dia berharap, rekomendasi bisa turun minggu ini, maka minggu depan sudah boleh pembelajaran tatap muka. 

“Dari piloting yang kita siap sebanyak 15 SD negeri di Palu, baru dua SD yang masuk target kita untuk laksanakan tatap muka, sebenarnya awal Oktober target kita paling lambat, tetapi baru dua sekolah yang bisa masuk di pertengahan September ini. Jika hingga awal Oktober sekolah piloting itu tidak siap, maka kita buka kesempatan untuk sekolah lain yang menyatakan kesiapannya,” katanya.

Menurut Ansyar, untuk persetujuan orang tua di SDN 15 Palu awalnya banyak, tetapi terjadi fluktuasi perkembangan kasus Covid-19, maka sebagian menarik lagi persetujuanya dari setuju menjadi tidak.

“Hal ini tidak menjadi masalah, bahkan sebagian besar saya mendapat informasi lebih memilih daring, dibanding yang memilih pembelajaran tatap muka hanya sebanyak 40-an. Karena tidak ada paksaan kemudian kata kunci membuka sekolah satu kepala sekolah, kedua orang tua atau warga sekolah,” ujarnya.      

Ansyar mengatakan, sekolah yang ingin menerapkan pembelajaran tatap muka wajib melaksanakan simulasi, dengan tujuan untuk mengecek secara keseluruhan kesiapan warga sekolah, dalam melakukan pembelajaran tatap muka.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas