Home Olahraga

Edison Pimpin Foksi Sulteng 2020-2024

27
Pengurus KONI dan Foksi Sulteng usai Musprov Foki di Kantor KONI Sulteng. (Foto: Ist/ Facebook hamzah cakep)

Palu, Metrosulawesi.id Musyawarah Provinsi (Musprov) Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (Fokasi)  Sulawesi Tengah, akhirnya menetapkan Edison Ardiles  sebagai Ketua Umum untuk empat tahun ke depan.

Terpilihnya Edison  menakhodai olahraga asal India ini, setelah peserta Musprov yang dgelar di Kantor KONI Sulteng Senin (14/9/2020), secara aklamasi menyerahkan tongkat kepemimpinan Foksi Federasi Kabaddi periode 2020-2024.

‘’Alamadulillah, Musprov Kabaddi Sulteng erjalan lancar dan kepengrusan kali ini merupaan kepegurusan kedua selama berdiri di Sulaesi Tengah, ujar Drs Hamzah kepda Metrosulawesi, Selasa (15/9/2020) siang.

Sekedar diketahui Kabaddi sendiri adalah permainan khas India yang sudah ada sejak ribuan tahun. Sekilas Kabaddi mirip dengan permainan tradisional Indonesia, Gobak Sodor.

Para sejarawan berspekulasi Kabaddi berasal dari zaman prasejarah di negara bagian Tamil Nadu sekitar 4.000 tahun yang lalu.

Kata Kabaddi sendiri dipercaya berasal dari “kai pidi” yang dalam bahasa Tamil berarti “berpegangan tangan”.

Olahraga ini bahkan termuat dalam naskah Mahabharata. Dalam kitab tersebut Arjuna dikatakan sangat berbakat dalam permainan Kabaddi.

Di India, olahraga ini sudah menjadi latihan fisik rutin bagi murid di sekolah.

Aturan Main

Permainan olah raga Kabddi (Foto: its)

Dalam satu permainan akan mengadu dua tim yang bertanding. Masing-masing tim terdiri dari 7 pemain dengan tiga pemain cadangan.

Seorang pemain dari satu tim akan menyerang kubu lawan dan menyentuh salah satu anggota tim lawan dan kembali ke area timnya.

Yang menarik, saat sedang menyerbu ke pihak lawan sang pemain harus meneriakkan “Kabadidi,kabaddi, kabaddi” berulang-ulang sambil menahan napas.

Setiap tim akan bergantian mengirimkan orang ke area musuh. Untuk mendapatkan angka, sang penyerbu harus lari ke area lawan, menyentuh satu atau lebih anggota tim lawan, lalu kembali ke areanya sendiri. Sementara tim lawan harus menahan penyerang hingga akhirnya tidak kuat menahan napasnya.

Di tingkat internasional, kabaddi dimainkan di lapangan yang berukuran 10×13 meter atau untuk wanita 8×12 meter. Lapangan dibelah dua oleh satu garis. Masing-masing tim menempati sisi sendiri. Kabaddi dimainkan selama 20 menit dalam dua babak, dengan lima menit waktu istirahat.

Semakin banyak lawan yang mampu diraih, akan ada poin tambahan. Namun, sebaliknya, jika raider gagal dan malah dilumpuhkan oleh bek, poin akan sebaliknya. Bagi yang gagal, baik raider maupun bek, ia diharuskan untuk keluar lapangan. (is/berbagai sumber)

Ayo tulis komentar cerdas