Home Hukum & Kriminal

Pengadilan Kabulkan Praperadilan Gubernur Sulteng

38
Suasana proses persidangan praperadilan yang dimohonkan Gubernur Sulteng dengan termohon Ditreskrimsus dan Kejati Sulteng. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)

Palu, Metrosulawesi.id Ditreskrimsus Polda Sulteng, harus melanjutkan pemeriksaan perkara dugaan tindak pidana Informasi Transaksi Elektronik (ITE) atas nama tersangka YB. Menyusul putusan Pengadilan Negeri Palu, yang mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan H Longki Djanggola (Gubernur Sulteng), Senin 14 September 2020.

Hakim tunggal, Panji Prahistoriawan Prasetyo SH, menyatakan  tindakan Termohon I Polda Sulteng menetapkan YB sebagai tersangka adalah sah.

“Menyatakan Surat Penghentian Penyidikan Nomor: S.Tap/29.b/VIII/2020/Reskrimsus Tanggal 14 Agustus 2020 yang diterbitkan oleh Termohon I adalah tidak sah,” kata Majelis Hakim tunggal praperadilan.

Begitu juga dengan Surat Pemberitahuan Penghentian penyidikan Nomor: SPPP/29.a/VIII/2020/Reskrimsus Tanggal 14 Agustus 2020 yang ditujukan kepada Termohon II menurut amar putusan hakim adalah tidak sah. Kemudian memerintah atau mewajibkan kepada Termohon I Ditreskrimsus Polda Sulteng untuk membuka dan melanjutkan kembali penyidikan perkara tindak pidana ITE  dengan tersangka YB. Termasuk menyatakan agar termohon I dan termohon II praperadilan untuk taat dan patuh terhadap putusan perkara a quo.

Ketua Tim penasehat hukum pemohon praperadilan Salmin Hedar, mengatakan dari awal pihaknya optimis kalau permohonan pra itu akan dikabul. Karena, sangat jelas tindakan para termohon dalam mengeluarkan SP3 kasus itu, telah menyalahi beberapa ketentuan atau melakukan tindakan yang bertentangan dengan KUHAP, Peraturan Mahkamah Agung, Menkumham RI termasuk peraturan Jaksa Agung.

“Jadi harapan kami adalah para termohon harus taat dan patuh terhadap putusan hakim pra, utamanya segera melanjutkan kembali penyidikan perkara itu,” tandasnya.

Sebelumnya, permohonan praperadilan yang diajukan Longki, mengenai sah atau tidaknya penghentian perkara (SP3) yang menjerat tersangka YB, yang diterbitkan Ditreskrimsus Polda Sulteng sebagai termohon I, pada 14 Agustus 2020 lalu.  Selain Ditreskrimsus Polda Sulteng, Kejaksaan Tinggi Sulteng juga ditarik sebagai termohon II. 

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas