Home Hukum & Kriminal

Abdurrahim Resmi Laporkan Ketua Bawaslu Sulteng ke Polda Sulteng

307
Abdurrahim usai melaporkan Ketua Bawaslu Sulteng ke Polda Sulteng, terkait pencemaran nama baik, Minggu (13/9/2020). (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id Dituding mengunakan masker dengan gambar pasangan calon (Paslon)  Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, Abdurrrahim SH MH, dosen Untad Palu, melaporkan Ketua Bawaslu Provinsi Sulteng ke Polda Sulteng, Minggu (13/9/2020).

Abdurrahim melaporkan Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen, atas pencemaran nama baik, lantaran pernyataan Ketua Bawaslu di salah satu media sosial online yang menyebutkan dirinya menggunakan masker dengan gambar Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng.

Kepada Metrosulawesi.id Abdurrahim membenarkan atas laporannya ke Polda Sulteng, terkait pencemaran nama baik yang dilakukan Ketua Bawaslu Sulteng.

‘’Iya benar, barusan saya selesai memberikan keterangan di Polda Sulteng,’’ ujar Abdurrahim, melalui whatApps, Minggu malam.

Dikatakan Abdurrahim, pernyataan yang dilontarkan Ketua Bawaslu Sulteng pada salah satu media online tertanggal 13 September 2020, disebutkan dirinya tertangkap tangan oleh pengawas Bawaslu Sulteng, saat deklarasi salah satu paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng di Jalan Khairil Anwar, Kamis (3/9/2020).

Lantaran pernyataan penggunakan masker itulah, Abdurrahim, memilih melaporkan Ketua Bawaslu Sulteng, Sebab, soal penggunakaan masker bergambar Paslon  Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, tidak ada saat klarifikasi di Kantor Bawaslu.

“Sama sekali saya tidak pernah diklarifikasi mengenai penggunaan masker. Dan hal itu di buktikan dengan berita acara klarifikasi Bawaslu Sulteng,’’ jelas Aburrahim.

Diakui Aburrahim, dirinya mendatangi acara deklarasi salah satu Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng, di Taman Gor Palu, lantaran mengantar anaknya. Kepada Bawaslu Sulteng usdah dijelaskan atau klarifikasi di Kantor Bawaslu Sulteng soal kehadirannya di acara tersebut.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulteng, Ruslan Husen, yang dikutip dari media online (SultengTerkini.com)   mengatakan,  ada oknum akademisi Universitas Tadulako (Untad) Palu tepergok atau kedapatan menghadiri deklarasi pasangan bakal calon.

“Yang bersangkutan hadir dalam deklarasi. Menggunakan masker dengan gambar bakal pasangan calon. Walaupun masker itu dia buka tutup, tapi dari saksi pengawas meyakini bahwa dia memakai masker bergambar pasangan bakal calon,” kata Ruslan Husen kepada SultengTerkini.Com, Sabtu (12/9/2020).

Dari temuan itu  Bawaslu kembali melakukan penelusuran rekam jejak yang bersangkuan di media sosial. Hasilnya, Bawaslu menemukan jejak AR me-like tanda gambar bakal pasangan calon.

“Jadi dari empat fakta tersebut diyakini yang bersangkutan melanggar asas netralitas sebagai ASN yang ditunjang dengan saksi dari pengawas yang melihat secara langsung didukung dengan foto,” ungkapnya.

Dia mengatakan, berdasarkan hasil kajian, kasus tersebut memenuhi unsur pelanggaran netralitas ASN dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020.

 “Hasil penanganan Bawaslu kemarin tanggal 11 September muncul status terpenuhi unsur pelanggaran. Dokumen pelanggarannya berupa surat dengan kajian dan bukti diteruskan ke komisi ASN di Jakarta,” jelasnya. (*/is)

Ayo tulis komentar cerdas