Home Ekonomi

Muamalat Luncurkan Program ‘Host To Host’

16
Branch Manager PT Bank Muamalat Cabang Palu, Bambang Haryo Nugroho. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat khususnya nasabah. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk meluncurkan suatu program yaitu ‘Host To Host’ atau layanan bagi lembaga keuangan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) hingga BPR Syariah.

Hal tersebut disampaikan oleh Branch Manager PT Bank Muamalat Cabang Palu, Bambang Haryo Nugroho kepada Metrosulawesi melalui pesan Whatsapp, Sabtu (5/9/2020).

Ia menjelaskan layanan transfer dana melalui skema Host to Host (H2H) dengan sejumlah mitra lembaga keuangan. Dinilai akan memudahkan aktivitas pemindahan dana milik mitra sekaligus meningkatkan pendapatan berbasis komisi (fee based income/FBI) perseroan.

“Kami menyediakan fasilitas jasa layanan yang berupa sistem kepada salah satu lembaga keuangan. Dimana BPR konvensional maupun BPR Syariah dapat melakukan transaksi perbankan secara umum,” jelasnya.

Bambang mengatakan, kerja sama ini adalah komitmen Bank Muamalat untuk menawarkan solusi inovatif bagi seluruh mitra. Sebab, sebelum adanya kerja sama ini nasabah BPR dan BPRS tidak bisa melakukan transfer dana antarbank dan menarik simpanannya melalui ATM bank lain.

“Saat ini berdasarkan aturan nasabah mereka tidak bisa bertransaksi antar bank, tetapi hanya boleh secara internal saja sesama nasabah BRP,” ujarnya.

Menggunakan sistem itu, lanjut Bambang, baik BPR maupun BPR Syariah akan terkoneksi langsung dengan Bank Muamalat. Sehingga, transaksi secara SKN (Sistem Kliring Nasional) dan RTGS (Real Time Gross Settlement) dapat dilakukan.

“Begitu pula dari sisi biaya Rp6.500 transfer sama seperti nasabah bank lain secara umum melalui ATM. Transaksi SKN (Sistem Kliring Nasional) Rp2.900 ataupun RTGS (Real Time Gross Settlement) sebesar Rp35.000,” ungkapnya.

Menurutnya, skema H2H ini sekaligus menjadi solusi bagi BPR dan BPRS yang secara regulasi memilki keterbatasan dalam hal pemindahan dana. Selanjutnya, semua itu tercantum dalam Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

“Pasal 21 Poin D beleid ini menyebutkan bahwa kegiatan pemindahan uang baik untuk kepentingan sendiri maupun nasabah harus melalui rekening BPRS yang ada di Bank Umum Syariah, Bank Umum Konvensional, dan UUS,” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas