Home Palu

Untad Siap Benteng Penangkal Radikalisme

15
FOTO BERSAMA - Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid (lima dari kanan), didampingi Rektor Prof Mahfudz (lima dari kiri) dan jajaran masing-masing foto bersama usai pembukaan dialog di Theater Center Untad, Selasa, 8 September 2020. (Foto: Dok. Humas Untad)

  • BNPT-FKPT Gelar Dialog Pencegahan Terorisme

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Forum Koordinasi Penanganan Terorisme (FKPT) Sulteng menggelar dialog bertajuk jaga kampus kita di Universitas Tadulako (Untad), Selasa, 8 September 2020.

Dialog tersebut mengusung tema pelibatan civitas akademika dalam pencegahan terorisme melalui FKPT Sulteng. Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid, hadir sebagai narasumber utama sekaligus membuka dialog.

Narasumber lainnya Ketua FKPT Sulteng, Dr Nur Sangadji, Ketua FKUB Sulteng, Prof Zainal Abidin, Kabid Penelitian FKPT Sulteng, Dr Moh Irfan Mufti, dan Mantan Napiter, Yudi Zulfahri. Penyelenggaraan Dialog dibawah komanda Kasubdit Pemberdayaan Masyarakat, Dr Andi Intang Dulung.

Rektor Untad, Prof Dr Ir Mahfudz MP, dalam kesempatan ucapan selamat datang menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan dialog pencegahan terorisme di kampus yang dipimpinnya.

“Saya saat dihubungi ibu kasubdit (Andi Intang Dulung) untuk pelaksanaan dialog langsung menjawab siap, karena saya tidak mau diklaim oleh pak jenderal (Direktur Pencegahan BNPT) bahwa Tadulako berteman dengan teroris,” ucap Prof Mahfudz.

Prof Mahfudz mengatakan Untad telah melakukan berbagai upaya dalam pencegahan paham-paham radikalisme di lingkungan kampus. Salah satu upaya disebutkan dengan pembentukan Pusat Pengembangan Deradikalisasi dan Penguatan Sosio-Akademik (Pusbang Depsa).

Pusbang Depsa hadir untuk membentengi mahasiswa/i dari paham-paham radikal melalui penguatan nilai-nilai akademik. Untad ke depan kata Rektor siap menjadi benteng penangkal radikalisme.

“Insyaallah, Universitas Tadulako ke depan akan menjadi benteng untuk menangkal radikalisme dan terorisme,” ujar Prof Mahfudz.

Rektor menambahkan sampai saat ini Untad tetap terbebas dari paham-paham radikalisme dan terorisme. Hal itu dikuatkan dari perkembangan yang tidak menunjukkan keterlibatan mahasiswa Untad dalam gerakan radikalisme dan terorisme.
Sementara itu, Direktur Pencegahan Ahmad Nurwakhid mengungkapkan pelibatan civitas akademika, khususnya mahasiswa sangat penting dalam pencegahan dan penanganan paham-paham radikalisme.

“Saya juga menyampaikan apresiasi kepada bapak Rektor yang telah memberikan izin untuk pelaksanaan dialog ini,” ungkap Ahmad.

Dialog dihadiri ratusan mahasiswa, dosen, dan undangan lainnya dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pantia menyiapkan masker, hand sanitizer, dan face shield.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas