Home Politik

Maksimalkan Kampanye via Medsos

26
Slamet Riyadi Cante. (Foto: Dok Metrosulawesi)

  • Pengamat Politik Untad, Dr Slamet Riyadi Bicara Pilgub Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Meski masih menunggu penetapan oleh penyelenggara Pemilu, hampir bisa dipastikan kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sulteng tahun 2020 hanya diikuti dua kandidat. Dua kandidat yang telah resmi mendaftarkan diri menjadi peserta Pilgub yakni Rusdi Matura berpasangan dengan Ma’mun Amir dan Moh Hidayat Lamakarate berpasangan dengan Bartholomeus Tandigala.

Diketahui, Pilgub kali ini berlangsung di tengah pandemi virus corona (Covid-19) yang membatasi para kandidat berinteraksi langsung dengan konstituen. Dengan kondisi tersebut, Pengamat Politik Universitas Tadulako, Dr Slamet Riyadi Cante, menyarankan para kandidat dan masing-masing tim pemenangan harus memaksimalkan media sosial (medsos) untuk kampanye.

Kampanye via medos diyakini akan ampuh menyentuh banyak lapisan masyarakat di era saat ini. Hal tersebut juga untuk mendukung kebijakan penyelenggara pemilu yang membatasi interaksi langsung dengan masyarakat demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Sekarang ini hampir semua orang punya medsos sehingga menjadi peluang besar untuk kampanye,” ucap Slamet kepada Metrosulawesi, Ahad, 6 September 2020.

Dikatakan, dengan perkembangan teknologi saat ini, berbagai saluran medsos bisa dimanfaatkan untuk mengkampanyekan diri. Hanya saja yang perlu jadi perhatian konten kampanye via medsos harus dipastikan sekreatif mungkin dan menarik pengguna media sosial untuk membaca atau menonton.

“Menurut saya juga model kampaye konvensional sekarang ini orang sudah tidak tertarik, misalnya mendatangkan artis atau membuka panggung,” ucap Slamet.

Dengan menggunakan medsos, yang perlu dihindari kandidat dan tim pemenangan yaitu kampaye hitam (black campaign) dan isu Sara. Itu karena dengan hanya dua kandidat di Pilgub Sulteng, menurut Slamet potensi black campign cukup besar. Black campign dimaksud di antaranya perbedaan usia antara kedua kandidat.

Terkait peluang kandidat, mantan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Untad itu melihat keduanya memiliki nilai jual masing-masing. Hal itu dikuatkan dengan pernah menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

Cudy panggilan akrab Rusdi Mastura dengan pernah sebagai Wali Kota Palu dua periode dinilai menjadi modal untuk dipilih memimpin Sulteng untuk lima tahun kepan. Demikian pula Hidayat yang pernah sebagai Penjabat Wali Kota Palu dan Karateker Bupati Banggai Laut selama dua tahun.

“Keduanya memiliki nilai elektoral yang sama sehingga sulit diprediksi siapa yang akan menjadi pemenang,” Slamet.

Slamet menambahkan besarnya pasangan kandidat mendapat usungan partai tidak selamanya berbanding lurus dengan kemanangan yang akan diraih. Hal itu diperparah jika mesin politik tidak semua bekerja sesuai yang diharapkan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas