Home Ekonomi

Azis Rela Jajakan Pisang Keliling Penuhi Kebutuhan Keluarga

14
Azis, penjual pisang keliling yang berasal dari Desa Daenggune, Kecamatan Kinavaro, Kabupaten Sigi. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Laporan: Fikri Alihana

BAGI Azis, warga Desa Daenggune, Kecamatan Kinavaro, Kabupaten Sigi ini dengan rela menjajakan pisang keliling di Kota Palu. Profesi yang dijalaninya itu kurang lebih baru sekitar dua tahun.

Sebelumnya Azis pernah bekerja sebagai tukang becak yang biasa mangkal di seputaran Pasar Tradisional Inpres Manonda. Namun, dirinya merasa penghasilan dari menarik becak sangatlah sedikit dibandingkan dengan menjual pisang keliling. Kesehariannya itu membuat Azis selalu bersyukur dalam keadaan apapun.

Saat ditemui Metrosulawesi, Sabtu (5/9/2020) di lokasi tempat dirinya berjualan pisang keliling di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Kota Palu. Azis banyak menceritakan tentang kisah pengalaman hidupnya dalam mengais pundi-pundi rezeki.

Dengan bantuan gerobak dorong yang terlihat sederhana. Pria ini menuturkan sehari-harinya ia berjalan kaki hingga puluhan kilometer menyusuri setiap jalanan di Kota Palu hanya untuk menawarkan pisang yang dijualnya.

“Gerobak saya simpan di Jalan Cempedak dekat pasar Inpres. Kemudian, setiap pagi biasa saya jualan pisang sampai ke Jalan Towua hingga ke Jalan Dewi Sartika,” tuturnya.

Pisang yang dijajakan Azis, harganya tidak merogoh kantong para pembeli hanya sekitar Rp5 ribu per satu sisir. Ia juga mengungkapkan dalam sehari paling banyak yang dijual 30 sampai 40 sisir pisang.

“Kadang sampai 70 sisir yang saya jual per hari. Biasa kalau pisang sudah rontok jatuh harga jadi Rp5 ribu dua sisir. Bukan hanya pisang, tapi kacang kulit juga saya jual dengan harga yang sama,” ungkap pria 50 tahun ini.

Setiap hari dari tempat tinggalnya menuju pasar Inpres Manonda, Azis selalu menaiki ojek yang dibayarnya pulang dan pergi sekitar Rp15 ribu. Sedangkan, penghasilan dalam sehari berjualan pisang keliling didapatnya tidak menentu.

“Kadang kalau banyak pembeli saya peroleh sekitar Rp60-Rp70 ribu. Walau tidak seberapa harus tetap disyukuri, dari pada meminta-meminta di jalan. Mending begini dapat hasil yang halal,” sebutnya.

Sementara itu, Azis mengaku pisang yang dijualnya dibeli dari para pemasok dengan harga Rp20 ribu hingga Rp30 ribu per tandan. Bahkan, Azis mengatakan biasa harganya bisa sampai Rp40 ribu per satu tandan dan itu tergantung kualitas pisang yang ditawarkan. (**)

Ayo tulis komentar cerdas