Home Ekonomi

Penjualan Burung Hias Menurun

15
Beberapa pembeli terlihat datang membeli burung hias yang dijual oleh H Koni. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Penjualan burung hias mengalami penurunan setelah bencana gempa bumi menimpa Kota Palu beberapa tahun lalu. Ditambah lagi adanya pandemi covid19 menambah sepinya pembeli.

“Sejak dari bencana penjualan burung hias terus menurun apalagi dengan adanya covid19 seperti sekarang ini makin tambah parah,” tutur H Koni penjual burung di jalan Tolambu belum lama ini.

Diungkapkan, dulu setiap hari pasti ada saja pembeli yang mampir ke lapaknya. Namun, menurutnya saat ini kebanyakan masyarakat lebih mementingkan kebutuhan pokok sehari-hari dari pada membeli burung hias.

“Paling hanya satu sampai dua orang saja yang datang, selebihnya tidak ada. Mereka pencinta burung hias berfikir, lebih baik uang belikan beras,” ujarnya.

“Lebih laku pakan burung dan ayam dari Pada burung hias, Karena sepinya pembeli saya tidak menambah stok. Dijual ini stok lama dan bukan baru,” ujarnya menambahkan.

Jenis burung yang dijualnya pun juga tidak terlalu banyak. Mulai dari Beo, Jala hingga LB dari jawa. Bagi pencinta burung hias harganya terbilang cukup murah sekitar Rp100 ribu sampai Rp120 ribu per ekor tergantung jenis.

“Paling murah per ekornya Rp 30 ribu. Burung-burung yang dijual berasal dari agen dan dibeli per ekor Rp 75 ribu modalnya,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, turnamen burung tidak seperti dahulu sebelum gempa. Ia mengungkapkan omset pendapatan per hari tidak lebih dari Rp500 ribu.

“Saya berharap penjualan semakin membaik, banyak pembeli burung lagi, walaupun beli hanya untuk melepaskan penat bukan untuk mengikuti perlombaan,” harapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas