Home Ekonomi

Dua Kecamatan Jadi Percontohan Ekonomi Kawasan Khusus

20
SEMINAR - Bupati Sigi, Mohamad Irwan saat seminar hasil kegiatan identifikasi potensi sumberdaya dan perencanaan pembangunan ekonomi desa dalam kerangka reforma agraria di Kabupaten Sigi melalui program pengembangan ekonomi kawasan khusus di Kantor Kecamatan Kinovaro, Senin, 31 Agustus 2020. (Foto: Istimewa)

Sigi, Metrosulawesi.id – Kecamatan Kinovaro dan Marawola Barat, Kabupaten Sigi rencananya dijadikan pilot project atau proyek percontohan ekonomi kawasan khusus, hingga menjadi sasaran pelaksanaan program pembangunan dengan pendekatan dan perlakuan khusus berdasarkan identifikasi potensi sumber daya yang ada.

Demikian dikatakan anggota Gugus Tugas Reforma Agraria, Moh Syafei dalam paparannya dihadapan Bupati Sigi, Mohamad Irwan saat seminar hasil kegiatan identifikasi potensi sumberdaya dan perencanaan pembangunan ekonomi desa dalam kerangka reforma agraria di Kabupaten Sigi melalui program pengembangan ekonomi kawasan khusus di Kantor Kecamatan Kinovaro, Senin, 31 Agustus 2020.

Kegiatan yang dilaksanakan di dua wilayah itu, lanjutnya, dengan memperhatikan potensi sumber daya, meliputi modal sosial, layanan alam, kesuburan tanah, letak geografis dan kondisi topografi, serta varietas komoditas yang dapat dikembangkan.

“Pelaksanaan seminar sebagai tahapan awal ini diharapkan akan menghasilkan dokumen perencanaan ekonomi di kawasan khusus,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kawasan khusus ini akan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan melalui pemenuhan hak akses rakyat terhadap sumber daya alam, dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai dalam pengelolaannya.

Sementara Bupati menjelaskan Pemkab Sigi programkan pengembangan ekonomi kawasan khusus tersebut berdasarkan kebijakan reforma agraria yang tercantum dalam Perda Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sigi, serta terus dikolaborasikan dalam berbagai kegiatan pembangunan dan pengembangan wilayah.

Reforma agrarian, lanjutnya, merupakan salah satu isu strategis di Kabupaten Sigi yang terus diupayakan pemkab, apalagi kondisi wilayah sekira 75% merupakan kawasan hutan baik hutan adat, hutan masyarakat dan lain-lain, termasuk hutan konservasi. Menurut Irwan, setiap kebijakan reforma agraria baik itu melalui program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan program lainnya adalah untuk kenyamanan dan keamanan masyarakat Sigi.

“Saya berharap melalui kegiatan ini akan menghasilkan rekomendasi bersama untuk dapat diusulkan menjadi program kegiatan pemerintah daerah,” harapnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas