Home Palu

KBM Dipersingkat, Sistem Shift Diberlakukan

14
SOSIALISASI - Plt Sekretaris Didikbud, Ambotuwo, didampingi Kadisdikbud Palu Ansyar Sutiadi, saat menyampaikan sosialisasi tetang protokol pendidikan dalam tatanan kehidupan di masa pandemi Covid-19, di Aula SMPN 2 Palu, belum lama ini. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu menggelar Sosialisasi Protokol Pendidikan Dalam Tatanan Kehidupan Baru di masa pandemi Covid-19. Sosialisasi itu menghadirkan sejumlah kepala sekolah yang tergabung dalam komunitas Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP.  

Kepala Disdikbud Palu, Ansyar Sutiadi, mengharapkan, kepala sekolah melakukan sosialisasi kepada para guru di lingkungan sekolahnya masing-masing, sehingga guru memahami dengan baik isi protokol pendidikan itu.

“Setelah guru memahami isi dari protokol itu, kemudian dilanjutkan sosialisasi kepada orang tua peserta didik, sehingga orang tua mengetahui apa tanggungjawabnya, karena kita berharap di masa tatanan baru ini betul-betul semua pihak sekolah, orang tua, dan siswa, mengetahui apa yang menjadi tanggungjawabnya. Dan secara disiplin menerapkan protokol pendidikan ketika pembelajaran tatap muka sudah dimulai,” jelas Ansyar, di Palu, Selasa, 1 September 2020.

Ansyar mengatakan, setelah selesai sosialisasi dengan orang tua peserta didik, nanti akan diperoleh surat pernyataan orang tua bersedia atau tidak menerapkan pembelajaran tatap muka. Jika tidak bersedia tentunya tetap melakukan pembelajaran jarak jauh dari rumahnya secara daring.

“Bahkan para guru jika perlu kita minta komitmennya dengan menggunakan surat pernyataan agar mereka tidak bermain-main dan harus disiplin. Artinya para guru ini harus hadir 30 menit sebelum peserta didik hadir di sekolah, apalagi yang ditugaskan mengukur suhu tubuh siswa serta mengatur jarak mereka sebelum masuk kelas, kehadirannya harus tepat waktu,” imbuhnya.

Selain itu kata Ansyar, untuk jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah waktunya dipersingkat, bagi jenjang SMP yang awalnya belajar 40 menit menjadi 30 menit setiap jam mata pelajaran, sementara SD dari 35 menit menjadi 25 menit.

“Terkait pengaturan masuk siswa ke lingkungan sekolah untuk mengikuti pembelajaran tatap muka dibagi per shift (bertahap), untuk SD dibagi dua shift, setengah siswa kelas satu hingga enam masuk pagi hari, kemudian setengahnya pada waktu siang hari,” katanya.

Sementara itu untuk jenjang SMP, kata Ansyar, dibagi perminggu. Satu minggu pertama belajar secara tatap muka, satu minggu kedua belajar secara daring.

“Jadi proses pembelajarannya akan diselang seling, misalnya kelompok A belajar tatap muka di minggu pertama, kelompok B di minggu pertama belajar daring. Ketika kelompok A belajar daring, kelompok B belajar tatap muka. Hal ini dilakukan karena pendekatan pembelajaran SD dan SMP berbeda,”  ungkapnya.      

Perlu dipahami kata Ansyar, untuk pembelajaran di SD itu berbasis guru kelas atau secara tematik, sementara SMP mata pelajaran. 

“Selain itu tidak ada paksaan kepada orang tua peserta didik untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah, bagi yang tidak mau silahkan belajar daring, bagi yang mau silahkan tatap muka,” katanya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas