Home Ekonomi

BRI Syariah Mudahkan Transaksi Bidang Pesantren

18
Sesi foto bersama antara pengurus Pesantren Alkhairaat yang ada di Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi, dengan Pimpinan PT BRI Syariah Cabang Palu, Umar Husen, Jumat (28/8/2020), usai melaksananakan kegiatan perjanjian kerjasama. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Untuk mengembangkan literasi keuangan syariah, PT BRI Syariah Cabang Palu membantu kinerja dan memudahkan transaksi dengan menyasar khususnya dalam bidang pesantren.

Demikian disampaikan Pimpinan PT BRI Syariah Cabang Palu, Umar Husen, Jumat (28/8/2020), pada kegiatan perjanjian kerjasama dengan Pesantren Alkhairaat di Desa Kalukubula, Kabupaten Sigi.

Ia mengungkapkan sudah ada beberapa pondok Pesantren di Kota Palu yang saat ini telah menjalin kerjasama dengan BRI Syariah. Dimana pihaknya akan terus berkomitmen dalam implementasi pengembangan keuangan dan ekonomi syariah.

“Ini juga sebagai upaya kami memajukan pesantren. Mari kita sama-sama mendorong pembangunan ekonomi syariah di Indonesia khususnya daerah ini,” ucapnya.

Menurutnya, untuk bisa meningkatkan eksistensi dalam pengembangan ekonomi syariah, perlu adanya inovasi, efisiensi, perbaikan SDM, perbaikan manajemen pengelolaan ekonomi pesantren yang profesional, infrastruktur dan networking serta dukungan pembiayaan.

“Kami menyediakan beragam produk dan layanan dalam inklusi keuangan pondok pesantren, mulai dari pendanaan, pembiayaan dan payment system,” sebutnya.

Dalam pendanaan, BRI Syariah menyediakan produk rekening giro, deposito, layanan payroll untuk karyawan pesantren, tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) untuk santri, hingga tabungan haji anak untuk santri.

Sedangkan dalam pembayaran, BRI Syariah menyediakan layanan cash management system, layanan pembayaran SPP secara daring melalui virtual account, kerja sama keagenan Lakupandai, transaksi non-tunai dengan BRIsPay QRIS, dan kartu santri (pelajar digital).

“Kemudian dalam pembiayaan kami BRI Syariah menyediakan pembiayaan EMBP untuk karyawan pesantren dan pembiayaan mikro (KUR),” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas