Home Hukum & Kriminal

Kapolda Optimis Ali Kalora Cs Berhasil Ditangkap

58
PASUKAN TNI AD TIBA - 150 personel TNI AD dari Yonif Kostrad 502 tiba di Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sabtu 15 Agustus 2020. (Foto : Metrosulawesi/ Djunaedi)

  • Kepala BNPT Minta Dukungan Masyarakat

Palu, Metrosulawesi.id – Pengejaran terhadap Kelompok Sipil Bersenjata yang terus meneror warga Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, terus dilakukan aparat keamanan.  Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah, kembali mendatangkan pasukan untuk menambah kekuatan dalam Operasi Tinombala 2020 untuk menangkap kelompok sipil bersenjata yang dipimpin Ali Kalora.

Sebanyak 150 personel TNI AD dari Yonif Kostrad 502 tiba di Bandar Udara Mutiara Sis Aljufri Palu, Sabtu (15/8/2020). Pasukan TNI AD ini tiba dengan menggunakan dua penerbangan, yakni pesawat komersil dan pesawat angkut jenis Hercules.

Personil TNI AD itu  tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala III sejak 15 Agustus sampai dengan 30 September 2020.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal, kepada awak media mengatakan, kedatangan TNI AD  dalam rangka membantu kepolisian, guna menciptakan situasi keamanan di Sulawesi Tengah  menjadi wilayah yang kondusif. “Personell TNI ini akan bertugas selama masih dibutuhkan,” ujar Syafri Nursal.

Kapolda menegaskan  pihaknya optimis  menuntaskan  operasi pengejaran Ali Kalora cs dengan menangkap seluruh DPO, yang saat ini masih tersisa sebanyak 13 Orang.

“Kami optimis dan harus optimis menuntaskan pengejaran DPO pimpinan Ali Kalora,” tegas Syafri Nursal.

Di Poso, Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Mayjen Polisi Boy Rafli Amar mengatakan tim terpadu yang terdiri dari TNI dan Polri secara khusus menangani Kelompok Sipil Bersenjata di lereng pegunungan Poso Pesisir dan sekitarnya.

“Mereka masih eksis bahkan sering berbuat brutal hingga tidak sedikit korban meninggal,” kata Boy Rafli kepada wartawan di Poso usai pertemuan bersama Forkompinda di ruang Mpogombo kantor Bupati Poso.

Boy Rafli meminta masyarakat untuk mendukung kegiatan Operasi Tinombala yang sementara berlangsung.

‘’Karena bagaimanapun juga aktivitas warga, utamanya petani yang seringkali mendapat teror atau gangguan keamanan dari KSB agar tetap dilindungi,” ujar Boy Rafli.

Mantan Kadiv Humas Polri ini mengatakan, KSB yang terfokus di wilayah Poso Pesisir Utara dan Selatan ini, sudah begitu brutal melakukan pembunuhan serta intimidasi. Tindakan ini tidak dibenarkan dan merupakan ancaman besar bagi warga Poso, terutama mereka yang hidup sebagai petani di lereng  sebagai tempat para KSB beraksi.

Pada kesempatan itu, Boy Rafli juga menyinggung soal program kesejahteraan bagi eks napi teroris (Napiter). Yaitu program di bidang perekonomian, salah satu solusi dalam pencegahan adanya gerakan terorisme baru di Poso.

“Mitra lembaga dalam hal ini kementerian akan dilibatkan dalam program bidang peningkatan kesejahteraan masyarakat” ujarnya.

Sementara itu Bupati Poso Darmin Agustinus Sigilipu menegaskan, supremasi hukum harus ditegakkan di Poso. Salah satunya adalah penumpasan KSB yang sangat meresahkan masyarakat Poso. Darmin mengatakan, saat ini Operasi Tinombala untuk menumpas dan mengejar KSB itu sedang berjalan. Menurut informasi yang diperolehnya, pengejaran KSB itu ditarget selesai hingga akhir 2020.

Reporter: Djunaedi, Saiful Sulayapi

Ayo tulis komentar cerdas