Home Banggai Kepulauan

Yasbi Sulteng Kutuk Keras Penghinaan Suku Bajo

64
Ketua Yasbi Sulteng, Yeldi S. Adel. (Foto: Ist)

Bangkep, Metrosulawesi.id Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Yayasan Sama Bajo Indonesia (Yasbi) Provinsi Sulawesi Tengah, memberikan reaksi keras terhadap penghinaan yang dilakukan seorang oknum via akun facebook atas nama Erni Patir yang beredar melalui Grup akun facebook Bajo Sedunia, Minggu (16/8/2020)

Ketua Yasbi Sulteng, Yeldi S. Adel, kepada Metrosulawesi.id mengatakan, secara pribadi dan kelembagaan pihaknya sangat mengecam, serta mengutuk keras postingan berkonten Sara yang dilakukan oknum tersebut.

“Secara pribadi dan kelembagaan Yasbi Sulteng, kita mengutuk keras kejadian ini. Ini tindakan diskriminatif yang perlu ditangani secara hukum oleh pihak berwajib” ujar Yeldi Minggu (16/8/2020) malam.

Olehnya itu, kata  Yeldi, pihaknya sudah melakukan kordinasi dengan sejumlah perwakilan pengurus Yasbi di daerah lainnya, diantaranya Yasbi Pusat di Jakarta dan Gorontalo untuk menindaklanjuti permasalahan tersebut secara yuridis

Yasbi Sulteng lanjutnya, juga membuka ruang bagi seluruh masyarakat suku Bajo Sulawesi Tengah yang ingin memberikan laporan tertulis kepada pihak berwajib sebagai bentuk dukungan atas laporan yang telah disampaikan DPW Provinsi Gorontalo.

“Kita kutuk bersama, kita mendesak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini, diproses secara hukum, sehingga kejadian ini tidak terulang lagi” pintanya.

Namun demikian, Yeldi juga mengharapkan kepada seluruh masyarakat suku Bajo yang ada di Sulteng, untuk tidak memberikan respon secara berlebihan dengan membuat opini di media social yang membabi buta, dan terkesan memprovokasi keadaan.

“Selebihnya mari kita berdialog dengan baik, merespon kejadian ini sebagai dukungan terhadap proses hokum yang telah dilakukan oleh masyarakat sama Bajo di Gorontalo” urainya.  

Sebelumnya, melalui akun facebook milik Ichsan Pasandre memposting hasil screenshot postingan dari akun facebook Erni Patir yang melontarkan kata-kata penghinaan terhadap suku Bajo, terutama untuk suku Bajo Desa Torosiaje Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, pada Minggu siang sekira pukul 13.00 Wita

Dalam postingan itu disebutkan, Bahasa Bajo itu bahasa setan, dan bahasa babi. Semua orang Bajo pencuri, pembohong, tidak ada adat, tidak ada sopan. Semuanya kurang ajar, apalagi yang ada di desa Torosiaje. (*)

Reporter: Rifan Touk

Ayo tulis komentar cerdas