Home Palu

Warga Palu Harus Cerdas Memilih Pemimpin

107
Hidayat. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

  • Drs Hidayat, MSi, Bakal Calon Walikota Palu 2020-2025

Petahana Wali Kota Palu Drs Hidayat MSi, periode 2016-2021, memastikan diri akan kembali bertarung dalam hajatan politik lima tahunan di Kota Palu pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak, 9 Desember 2020 mendatang. Bersama pasangannya, Habsa Yanti Ponulele, empat partai sudah menyatakan kesiapan mengusung yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Keempat partai itu sudah mengeluarkan rekomendasi dan sampai hari ini belum ada perubahan.

MEMILIH Habsa Yanti Ponulele, kata Hidayat, di samping arus bawah sangat senang dengan Habsa Yanti Ponulele. Habsa sudah dikenal di Palu dan sudah dua kali menjadi saingan di Pilkada Kota Palu.

“Ini dorongan dari arus bawah. Saya kira setelah saya berkomunikasi dengan ibu Habsa, ya ternyata nyaman juga orangnya. Walaupun pernah menjadi rival dua kali. Sejak menjadi rival mulai 2010 hingga 2015, belum pernah lama saya ngomong dengan ibu Habsa,” kata Hidayat.

Setelah terjadi kesepakatan untuk berpasangan, Hidayat dan Habsa Yanti Ponulele lalu berbagi tugas. Hidayat tetap melanjutkan pekerjaan terutama menyangkut penanganan pascabencana 28 September 2018 lalu. Habsa mendapat tugas untuk bergerak dan bersosialisasi di masyarakat.

“Ibu Habsa jalanlah dulu menemui masyarakat. Menjaring aspirasi masyarakat lagi, kira-kira apa kekurangan saya dalam membangun Kota Palu ini,” kata Hidayat.

Menurut Hidayat, pascabencana sudah tertangani semuanya. Infrastruktur sudah dibangun kembali melalui dana APBD. Kemudian hunian tetap bagi masyarakat penyintas merupakan kerja keras dari Pemerintah Kota Palu dan Buddha Tzu Chi yang membangunnya. Huntap yang dihuni sekarang ini, Balaroa dan Tondo (Belakang kampus Universitas Tadulako), itu upaya Pemerintah Kota Palu seperti jalan, drainase. Untuk rumahnya, dibangun Buddha Tzu Chi dan sekarang sudah ditempati.

Persoalan yang kita hadapi sekarang adalah lahan Hak Guna Bangunan (HGB) yang sudah selesai masa waktunya dan Menteri sudah menyatakan agar lahan HGB dimanfaatkan yang sudah selesai masa waktunya untuk kepentingan rehabilitasi dan rekonstruksi kebencanaan. Termasuk mengambil dan sudah disetujui seluas 45 hektar lebih pada lahan HGB yang masih berlaku. Kendala yang kita hadapi adalah pemahaman dan pengertian warga masyarakat yang masih terus berpolemik.

“Saya beberapa kali sudah menyampaikan surat edaran, tolong segera menentukan sikap, memilih huntap kawasan, atau huntap mandiri. Silakan. Kalau huntap mandiri, siapkan tanahnya sendiri sedangkan huntap kawasan pemerintah sudah siapkan lahannya. Tetapi ini masih terus berpolemik di bawah. Nah, ini yang saya harapkan agar semua kekuatan yang dimiliki oleh Kota Palu harus bersinergi,” kata Hidayat.

Dari sisi Indek Pembangunan Masyarakat (IPM), kata Hidayat, Kota Palu adalah yang tertinggi di Sulawesi Tengah. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Kota Palu di atas lima persen meski dalam menghadapi bencana. Namun ada penurunan sedikit akibat wabah virus corona.

“Tapi ini sudah mulai kembali stabil,” katanya.

Biodata:
Nama: Drs. Hidayat M.Si
Tempat Tanggal Lahir: Palu, 16 Januari 1963
Istri: Irmawati
Anak: Firdha, Tirtha, Faradina, Imam
Agama: Islam
Alamat: Jl. Jati Negara – Kel. Tavanjuka, Kec. Tatanga, Kota Palu.
Riwayat Pendidikan:
SD : SDN Tatura I Palu Tahun 1975
SMP : STN Palu Tahun 1979
SMA : SMA Negeri 2 Palu Tahun 1982
Strata (S1) FISIP Untad Palu Tahun 1988
Strata (S2) MAP Untad Palu Tahun 2009.
Riwayat Pekerjaan:
1. Kepala Sub. Bagian Mutasi Pegawai Daerah Wil. III Pada Biro Kepegawaian, Tahun 1992 – 1995
2. Kepala Sub. Bagian Mutasi Jabatan pada Biro Kepegawaian, Tahun 1995 – 1997
3. Pj. Kepala Bagian Penyusunan Program pada Biro BIPRAM, Tahun 1997 – 2000
4. Kepala Bagian Pengembangan Pegawai pada Biro Kepegawaian, Tahun 2000 – 2001
5. Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas pada Bapedalda, Tahun 2001 – 2002
6. Kepala Wilayah Kecamatan Palu Selatan, Tahun 2002 – 2005
7. Pj. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Palu, Tahun 2005 – 2006
8. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Prov. Sulteng, Tahun 2006 – 2008
9. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah, Tahun 2008 – 2009
10. Pj. Bupati Kabupaten Sigi, Tahun 2009 – 2010
11. Kepala Badan Pelatihan dan Pembangunan Daerah, Tahun 2010 – 2015.
Pengalaman Organisasi:
1. Sekretaris Pac Pemuda Pancasila Kecamatan Palu Timur
2. Sekretaris Forum Karang Taruna Kota Palu
3. Ketua Umum Pengurus Ikatan Sepeda Sport Indonesia Propinsi Sulawesi Tengah
4. Ketua Umum Margaluyu 151 Kota Palu
5. Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Padi Mas Tatura Palu
6. Wakil Ketua Dewan Tani Indonesia Propinsi Sulawesi Tengah
7. Ketua Umum Alumni SMA Negeri 2 Palu
8. Ketua DPW PKB Sulawesi Tengah (07 Oktober 2017 s.d 17 Juli 2018).
Pengalaman Diklat:
1. Pelatihan Pengembangan Desa Tahun 1989
2. Pelatihan Pembangunan Desa Terpadu Tahun 1990
3. SEPADA Tahun 1993
4. ADUMLA Tahun 1995
5. Penataran Kebijakan Dan Administrasi Kepegawaian Tahun 1995
6. SPAMA Tahun 1999
7. DIKLAT TOT Manajemen Kediklatan Tahun 1999
8. DIKLAT Perencanaan Proyek Pembangunan Tahun 2000
9. Orientasi Camat Dan Fungsi Camat Se-Indonesia Tahun 2002
10. Local Social Development Tahun 2003
11. SPAMEN Tahun 2006
12. LEMHANAS RI Tahun 2011.

Menghadapi periode berikutnya, kata Hidayat, tidak ada jalan lain untuk membangun ekonomi Palu kecuali menjadikan sebagai kota tujuan dan kota jasa karena Kota Palu tidak memiliki sumber daya alam dari sektor pertanian, sektor peternakan, sektor perkebunan.

“Kita tidak punya itu. Kalaupun ada itu lahan yang  tidak mungkin atau kecil. Oleh karena itu kita manfaatkan alam ini. Ada gunung. Ada bukit. Ada teluk begitu indah. Dan ada sungai membelah Kota Palu. Coba ini kita manfaatkan untuk menggerakkan roda ekonomi di Kota Palu. Nah, sekarang, saya kira dari dulu kita terus berjuang mencari investor untuk menanamkan investasinya di Kota Palu. Pertanyaannya, dia mau investasi ke mana? Khan begitu. Kita tidak punya sumber daya alam yang bisa dari sektor-sektor tadi saya sebutkan untuk mendorong orang berinvestasi.”

Untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), kata Hidayat ini sudah lama. Tentunya orang bertanya, kira-kira apa yang bisa diinvestasikan di KEK itu. Sumber daya alam apa yang Palu yang ada untuk bisa berinvestasi di situ. Nah, ini yang tidak ada. Kalaupun ada sumber daya tetangga, cost-nya mahal. Misalnya kakao, untuk mendatangkan dari kabupaten penghasil tentunya membutuhkan biaya besar atau mahal. Dia mengaku sudah banyak investasi yang masuk tetapi saya serahkan kepada Perusda yang menanganinya.

“Tapi izinkan saya untuk menangani UMKM, IKM,” kata Hidayat.

Soal Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) Kota Palu, menurut Hidayat dalam posisi stabil.

“Tetapi buat saya berapapun APBD, memenej uang ini kalau tidak betul juga tidak punya manfaat. Meski sedikit, kalau kita tetap sasaran semua, saya kira hari ini kita bisa lihat Palu, pendidikan bisa gratis, kesehatan bisa gratis. Bahkan puskesmas sampai jam delapan malam (20:00, red) pelayanannya. Kenapa, karena kita bisa merasionalkan anggaran lebih kepada kepentingan pelayanan. Infrastruktur seperti hutan kota, taman-taman kota menjadi fokus  kita mengarahkan (anggaran). UMKM, IKM kita dorong, ruang-ruang yang bisa jadi potensi kunjungan orang kita buka. APBD bukan persoalan bagi saya, bukan berarti APBD tidak berarti bagi saya. Tetapi berapapun uang kalau kita tidak mampu memenej tidak akan bermanfaat dengan baik,” ujarnya.

Dua bencana besar yang dialami warga Kota Palu, menjadikan masyarakat Palu tangguh dan teruji. Bersama-sama masyarakat, kita mampu melaluinya.

“Saat corona, banyak kepala daerah yang stress menghadapinya. Tapi kita di Palu ketawa-ketawa saja,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Hidayat berharap warga Kota Palu agar cerdas dalam memilih pemimpin. Jangan hanya sekadar melihat kulitnya. Apalagi anggota saya sudah memantau terus, sudah ada yang bagi sembako kiri-kanan. Tapi tidak apa-apa karena memang belum masa tahapan.

“Saya kira silakan warga masyarakat mengambil bantuan-bantuan dari teman-teman kita yang nota bene lagi berbaik hati, yang punya uang mungkin dia simpan dulu. Ya, silakan masyarakat ambil. Tidak ada-apa, dinikmati. Tetapi untuk memilih, ya masyarakat harus cerdas. Pilihlah orang yang punya niat bagus dan berkualitas. Saya kira semua yang maju ini, kalau tidak salah ada empat pasangan adalah orang yang baik semua. Orang yang cerdas semua. Mereka punya peluang semua menjadi Walikota. Tetapi silakan kita berkompetisi dengan baik, tidak usah baku fitnah, tidak usah baku caci maki. Turun-turunlah ke masyarakat mensosialisasikan diri dengan baik tanpa menginjak-injak orang lain,” pesan Hidayat.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas