Home Nasional

Merespons Pilkada Dalam Situasi Pandemi Covid-19

31
Asriadi. (Foto: Ist)

  • LS-ADI Bentuk Forum Pemuda Peduli Demokrasi

Palu, Metrosulawesi.id – Indonesia kembali menggelar Pilkada serentak tahun 2020 di tengah situasi pandemi Covid-19. Sebanyak 270 daerah termasuk Sulteng akan menggelar pesta demokrasi lima tahunan yang terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten dan 34 kota. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak  rencana awalnya akan dilaksanakan pada 23 September 2020.

Namun, karena  terdampak bencana non alam covid 19 sehingga pilkada tertunda dan akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

Merespons situasi tersebut, Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia  (LS-ADI) Kota Palu membentuk Forum Pemuda Peduli Demokrasi (FPPD) sekaligus menggelar dialog publik yang menghadirkan perwakilan LS-ADI, KPU, Bawaslu dan Polres Palu sebagai narasumber. Rencananya kegiatan itu dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2020, di gedung Inspektorat Daerah Sulteng.

Ketua LS-ADI, Asriadi dalam siaran pers yang dikiriman ke Metrosulawesi, Jumat 14 Agustus 2020, menjelaskan bahwa, tidak sedikit masyarakat ragu dengan kondisi hari  ini  dimana secara nasional kurva penyebaran covid-19 belum juga surut.

Asriadi mengatakan, ada anggapan bahwa pilkada di tengah pandemi akan menyebabkan degradasi demokrasi. Kerawanan yang muncul adalah rendahnya partisipasi. Jika partisipasi rendah, maka legitimasi pemerintah ikut rendah. Tantangan penyelenggara pemilu semakin berat untuk menaikkan partisipasi pemilih. Melampaui tantangan di saat kondisi normal. Penyelenggara pemilu harus bisa menembus ketakutan masyarakat terhadap covid-19.

‘’Kemudian banyaknya tahapan dan prosedur yang tidak terlayani dengan baik karena pandemi memunculkan kerawanan terjadinya pelanggaran dan sengketa, apalagi kita ketahui bersama sesuai dengan rilis Bawaslu bahwa indeks kerawanan pemilu (IKP) Sulteng sendiri masuk dalam kategori tinggi.  Sehingga peran pengawasan perlu ditingkatkan,’’ katanya.

Pelanggaran dan sengketa yang terjadi tentunya akan menimbulkan konflik. Sehingga dalam perhelatan demokrasi ini, selain KPU maupun Bawaslu, kepolisian diberikan peran, tugas, serta kewajiban sebagai unsur anggota pengawas, pengaman dan pelaksana pilkada.

“Pertanyaannya, sampai dimana masyarakat tahu tentang protokol covid-19 dalam pilkada? Bagaimana strategi sosialisasi pilkada dengan menggunakan protokol covid-19?  Bagaimana dengan kerawanan pengawasan dan keamanan pilkada ditengah pandemi? Tentunya peran serta masyarakat juga dibutuhkan untuk suksesnya pilkada 2020 ini,” ucapnya.

“Olehnya kami Pengurus Daerah Lingkar Studi Aksi dan Demokrasi Indonesia  (LS-ADI) Kota Palu membuat suatu skema kegiatan sosialisasi  dengan melibatkan peran serta pemuda Kota Palu untuk menjadi corong atau perpanjangan tangan dari penyelenggara pemilu untuk menyukseskan Pilkada 2020,” jelasnya.

Asriadi juga mengatakan, adapun rangkaian kegiatan ini dimulai dengan pembentukan Forum Pemuda Peduli Demokrasi (FPPD) sekaligus dialog publik menghadirkan perwakilan LS-ADI, KPU, Bawaslu dan Polres Palu sebagai narasumber pada tanggal 24 Agustus di gedung Inspektorat Daerah Sulteng. Setelah terbentuk, FPPD dengan dimentori perwakilan LS-ADI, KPU, Bawaslu dan Polres Palu akan menjalankan tugas sosialisasinya dengan turun bersentuhan langsung kemasyarakat dengan berbagai skema sosialisasi hingga selesainya proses Pilkada 2020 ini.

“Kegiatan ini akan diisi dengan pemberian apresiasi kepada forum FPPD yang dijadwalkan menyesuaikan berakhirnya tahapan pilkada 2020. Dan tentunya segala rangkaian kegiatan ini tetap dengan protokol Covid-19,” urainya.

“Mengusung tema “Peran aktif dan strategis generasi muda pada pilkada kota Palu 2020” dengan menjadikan pemuda sebagai garda depan, bersama KPU, Bawaslu dan Polres Palu mengajak seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kota Palu untuk menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember nanti, wujudkan pemilih cerdas, pengawasan partisipatif dan pilkada damai demi suksesnya pilkada 2020,” tambahnya. Asriadi mengharapkan kegiatan ini mendapatkan dukungan dari seluruh elemen, masyarakat, pemerintah, dan lainnya.

“Apa yang kami laksanakan ini merupakan wujud kepedulian kami terhadap demokrasi, dan mudah-mudahan melahirkan pemimpin yang amanah untuk kemajuan bangsa khususnya Kota Palu,” katanya. (*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas