Home Sulteng

Kini, 413 Pekerja Di-PHK

24
Joko Pranowo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

Palu, Metrosulawesi.id – Dampak pandemi virus corona (Covid-19) di Sulawesi Tengah masih membuat sejumlah perusahaan dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) harus melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Perusahaan dan pelaku UMKM dengan terpaksa merumahkan atau melakukan PHK dampak penurunan omset.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulteng mencatat pekerja di-PHK kini sebanyak 413 orang sampai 12 Agustus 2020. Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulteng, Joko Pranowo, menerangkan pekerja yang kena PHK tersebar di kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah.

“Perusahaan dan UMKM melakukan PHK dampak Covid-19 di Sulteng,” ucap Joko, Kamis, 13 Agustus 2020.

Dia merincikan pekerja korban PHK perusahaan sebanyak 392 orang terdiri atas 303 laki-laki dan 89 perempuan. Sebarannya di Kota Palu 170 orang, Donggala 1 orang, Sigi 37 orang, Banggai 23 orang, Morowali 63 orang, Poso 84 orang, dan Tojo Unauna 14 orang.

Sementara pekerja korban PHK UMKM sebanyak 21 orang terdiri atas 13 laki-laki dan perempuan 8 orang. Sebarannya di Kota Palu 12 orang, Donggala 3 orang, Sigi 4 orang, dan Banggai 2 orang. Tercatat PHK terbanyak berada di Kota Palu total 182 orang terdiri dari 139 laki-laki dan 43 perempuan.

Sebelumnya, Joko mengatakan memasuki pertengahan April, pekerja/buruh yang dirumahkan menjadi 9.114 orang. Saat itu yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh perusahaan dan UMKM baru 136 orang.

Joko menerangkan 9.114 orang yang dirumahkan merupakan pekerja/buruh dari berbagai perusahaan dan UMKM di kabupaten/kota se-Sulteng. Perkerja/buruh yang dirumahkan perusahaan sebanyak 2.152 orang.

Rinciannya di Kota Palu sebanyak 1.628 orang, Donggala 51 orang, Sigi 23 orang, Parimo 31 orang, Banggai 181 orang, Morowali 112 orang, Morowali Utara 32 orang, Banggai Laut 2 orang, Buol 7 orang, Poso 64 orang, Tolitoli 13 orang, dan Tojo Unauna.

Sementara pekerja/buruh yang dirumahkan UMKM sebanyak 6.962 orang dengan rincian Kota Palu 3.964 orang, Donggala 596 orang, Sigi 878 orang, Parimo 431 orang, Banggai 162 orang, Morowali 108 orang, Morowali Utara 114 orang, Banggai Laut 15 orang, Buol 91 orang, Poso 308 orang, Tolitoli 145 orang, Tojo Unauna 128 orang, dan Banggai Kepulauan 22 orang. Adapun 136 orang yang di PHK perusahaan dan UMKM merupakan pekerja/buruh dari empat kabupaten/kota yaitu Kota Palu 64 orang, Donggala 4 orang, Sigi 2 orang, Banggai 3 orang, dan Morowali 63 orang.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas