Home Ekonomi

Irfan, Si Penjual Es Dawet dan Mimpinya

27
Irfan penjual es dawet yang sehari-harinya menjajakan dagangannya di Jalan Tanjung Satu, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Laporan: Fikri Alihana

DI TENGAH hiruk pikuk suara bising kendaraan yang lalu lalang melintasi jalan Tanjung Satu, Kelurahan Lolu Selatan, Kota Palu, tampak seorang pria tengah sibuk menyiapkan dagangannya.

Perlahan, ia mulai menepikan gerobak dorong jualannya dan mengeluarkan dua buah kursi plastik sembari menyiapkan tempat duduk bagi pembeli yang datang menghampirinya.

Meski terik matahari terasa begitu menyengat kulit, ia terlihat tetap gigih mengumpulkan rezeki. Irfan, demikian nama pria kelahiran Desa Malei, Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, itu biasa dipanggil.

Irfan yang sehari-harinya berjualan es duwet mulai pukul 10.00 sampai 16.00 Wita. Pria yang juga biasa dipanggil Aco ini telah memiliki tiga orang anak. Ia menuturkan profesi yang dijalaninya baru sekitar setahun. Sedangkan, per gelas es dawet yang dijualnya cukup murah dan tidak merogoh kantong.

“Untuk satu gelas harganya Rp5 ribu, kalau bicara omset pastinya tidak menentu pendapatan per hari. Ya, biasa Rp200 bahkan ada sampai Rp400 ribu tergantung kondisi cuaca,” tuturnya kepada Metrosulawesi, Selasa (11/8/2020).

Sebelum berprofesi sebagai penjual es dawet, dirinya pernah bekerja sebagai honorer di salah satu instansi pemerintah di Kabupaten Donggala. Namun, gaji yang diterima tidak sesuai dengan kebutuhan menghidupi keluarga, Irfan langsung mengambil resiko dengan keluar dari instansi tersebut.

“Ada empat tahun lebih saya jadi honorer di sana, karna gaji sangat kecil jadi saya keluar dan mencari penghidupan baru. Alhamdulillah bisa dibilang berbanding terbalik, hasilnya sekarang lumayan pendapatan es dawet dari pada bekerja sebagai honorer yang terima kadang dua bulan sekali,” ujarnya.

Sementara itu, es dawet yang dijualnya juga bisa menerima pesanan di berbagai hajatan. Irfan mengungkapkan bahan untuk membuat es dawet itu sangat mudah. Ia hanya cukup mencampurkan tepung beras, sagu, dan gula merah.

“Begitulah beberapa bulan kemarin karena corona jualan saya sempat sepi pembeli, tapi sekarang Alhamdulilah sudah kembali normal. Harapan saya hanya ingin sukses saja jadi pengusaha di Kota Palu,” ucapnya. (**)

Ayo tulis komentar cerdas