Home Ekonomi

BPOM Palu: Waspadai Informasi Produk di Medsos

23
Fauzi Ferdiansyah. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menghimbau kepada warga masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi dengan benar segala informasi di media sosial (medsos) atau lainnya terkait berbagai macam produk yang beredar.

Kepala BPOM Palu, Fauzi Ferdiansyah mengatakan informasi terkait penemuan, penggunaan, dan klaim obat maupun makanan yang diterima harus dicek terlebih dahulu melalui laman resmi dari pemerintah.

“Masyarakat sebaiknya senantiasa meng-cross-check infonya, kami akan secara cepat memberikan klarifikasi terhadap isu-isu yang tidak benar. Masyarakat juga dapat berkomunikasi dengan BPOM di seluruh Indonesia melalui channel-channel yang ada,” terangnya, Kamis (13/8/2020).

Menurutnya, sehubungan dengan maraknya isu di berbagai kanal media sosial tentang produk herbal yang diklaim dapat menyembuhkan pasien COVID-19 oleh sosok Hadi Pranoto, Badan POM RI memandang perlu memberikan penjelasan.

“Sampai saat ini Badan POM tidak pernah memberikan persetujuan klaim khasiat obat herbal yang dapat menyembuhkan pasien COVlD-19,”

Dari data produk terdaftar di Badan POM, produk herbal yang dinyatakan dalam informasi tersebut adalah Produk Obat Tradisiona| yang memiliki merek dagang Bio Nuswa dengan klaim yang membantu memelihara daya tahan tubuh.

“Produk Bio Nuswa tersebut didaftarkan oleh PT. Saraka Mandiri dengan Nomor Izin Edar POM TR 203 636 031 berlaku mulai 14 Apri| 2020 hingga 14 April 2025. Namun sampai saat ini PT. Saraka Mandiri belum pernah memproduksi produk Bio Nuswa,” jelasnya.

Badan POM menegaskan kepada pelaku usaha termasuk produsen agar selalu menaati petaturan perundang-undangan yang berlaku. Produk obat tradisional, kosmetik, suplemen kesehatan, dan pangan harus memenuhi peraturan untuk jaminan aspek keamanan, khasiat (eflkasi), dan mutunya.

“Termasuk peraturan terkait izin edar, iklan, dan label, antara lain klaim yang harus sesuai dengan izin yang diberikan pada saat pendaftaran. Produk ilegal melanggar Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan atau Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan,” ungkapnya.

Badan POM mengimbau masyarakat untuk Iebih berhati-hati, menggunakan produk herbal secara aman dan tepat dengan cara tidak mempercayai pernyataan seseorang yang menyatakan bahwa obat herbal ampuh mengobati COVID-19, kecuali sudah tervalidasi dengan uji klinik pada manusia.

“Lakukan Cek KLIK. Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca seluruh informasi pada Labelnya, pastikan ada lzin edar dari Badan POM, dan pastinya tidak melewati masa Kedaluwarsa. Dan konsultasi terlebih dahulu ke Dokter apabila memiliki riwayat penyakit tertentu,” imbuhnya.

Selanjutnya, perhatikan peringatan yang tercantum pada label. Dianjurkan membaca dengan teliti aturan pakai produk. Disamping itu, pihaknya terus melakukan pengawasan produk yang beredar.

“Jika ditemukan produk yang mencantumkan klaim berlebihan dan/atau tidak sesuai dengan persetujuan yang diberikan pada saat produk didaftarkan, Badan POM akan menindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan, untuk sanksi administrasi dan sanksi pidana,” tegasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas