Home Parigi Moutong

Pencarian Nelayan Hilang di Teluk Tomini Dihentikan

30
Tim Sar Gabungan, saat mencari korban hilang.(Foto: Ist/ Humas Basarnas)

Parimo, Metrosulawesi.id – Pencarian terhadap seorang nelayan hilang di Perairan Teluk Tomini, Desa Ampibabo, Timur Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Mautong (Parimo), Jumat (14/8/2020), memasuki hari ketujuh.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Andrias Hendrik Johannes,  selaku SMC, dalam keterangan persnya, Jumat 14 Agustus 2020 mengatakan, Tim SAR gabungan telah melakukan operasi SAR selama tujuh hari. Di hari ketujuh,  kembali dilakukan penyisiran dengan menggunakan perahu karet pada area pencarian seluas 21 nm. Hingga pencarian pukul 17.00 wita tim SAR gabungan tidak menemukan satupun tanda-tanda keberadaan korban.

“Berdasarkan SOP Basarnas terkait pencarian dan pertolongan apabila operasi SAR telah memasuki hari ke tujuh dan tidak ditemukan satupun petunjuk yang mengarah kepada penemuan korban maka operasi SAR akan ditutup,” ucapnya.

Namun, kata Andreas, penutupan tersebut pihak Basarnas tidak serta merta lepas tangan.  Tetap akan melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait ataupun masyarakat setempat sehingga apabila ada informasi ataupun tanda-tanda penemuan korban maka operasi SAR akan dibuka kembali.

Penutupan operasi SAR juga sudah disepakati oleh semua unsur SAR ataupun keluarga korban, penutupan tersebut dilakukan setelah Tim SAR gabungan melakukan evaluasi yang dipimpin oleh OSC, Ricky Mallawa.

Pihak keluarga selanjutnya menuturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pencarian Yurin (50 thn). Dengan ditutupnya operasi SAR tim SAR gabungan kembali ke kesatuannya masing-masing.

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat 7 Agustus 2020, sekitar pukul 14.35 wita korban pergi melaut di Perairan Teluk Tomini, Parimo. Keesokan harinya Sabtu 8 Agustsus 2020, pukul 15.00 wita perahu korban ditemukan oleh nelayan dalam keadaan mesin masih hidup di perairan Teluk Tomini—tepatnya  seputaran Desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar,  untuk selanjutnya perahu korban ditarik oleh nelayan ke Desa Ampibabo Timur.(*)

Reporter: Djunaedi

Ayo tulis komentar cerdas