Home Banggai Kepulauan

Perlunya Pemetaan Titik Rawan Lakalantas di Bangkep

32
Kasat Lantas Polres Bangkep, Iptu Octavianus L Kiwol SH. (Foto: Ist)

Bangkep, Metrosulawesi.id Untuk meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas,  Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Banggai Kepulauan (Bangkep), mengusulkan kepada pemerintah setempat untuk dilakukan pemetaan dan pemasangan rambu lalu lintas di semua titik rawan laka lantas di Bangkep.  

Kasatlantas Iptu Octavianus L. Kiwol, SH, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan sejumlah instansi pemerintah terkait, terutama Dinas Perhubungan Kabupaten Bangkep.

“Untuk pemetaan titik rawan laka lantas, saya sudah berkomunikasi dengan dinas perhubungan sebelumnya. Karena saya tahu leading sektornya ada disana,’’ ujar Octavianus, Senin (10/8/2020).

Dikatakan Kiwol—sapaan akrab Octavianus, Ini penting. Sebab di sepanjang ruas jalan penghubung antar wilayah di Bangkep (Trans Peling, red), masih banyak terdapat titik rawan yang berpotensi menyebabkan terjadinya laka lantas yang belum dipasangkan tanda-tanda berbahaya.

Misalnya, lanjut Kiwol,  di ruas jalan berpotensi longsor, turunan tajam dan licin, tikungan panjang, dan sebagainnya.

“Sejauh ini kita juga cukup intens melakukan sosialisasi ke berbagai wilayah yang ada di Bangkep, sebagai upaya peningkatan kesadaran warga dalam berkendara,’’ tutur Kiwol.

Namun demikian, lanjutnya, peningkatan kesadaran masyarakat pengguna jalan dalam berkendara tetap perlu dimaksimalkan dengan melakukan langkah-langkah preventif seperti itu.

“Lepas dari nasib yang dialaminya, laka lantas yang terjadi beberapa hari lalu di jalan Desa Lalanday itu, posisi jalan kan turunan tajam, terus tidak ada rambu terpasang dan memang sangat berbahaya kalau hujan ,’’  jelas Kiwol

Selain itu, Kiwol juga menambahkan, upaya ini juga perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk diantaranya para orang tua. Orang tua,  punya peran penting dalam melakukan pembinaan terhadap anak di bawah umur yang selama ini sudah bebas berkendara.

“Di Bangkep masih banyak anak-anak di bawah umur yang sebenarnya belum layak mengendarai motor, tapi justru dibiarkan. Ini sangat berbahaya. Karenannya, diharapkan agar orang tua tetap menjanlankan perannya secara maksimal untuk mengedukasi anak-anak” tukas Kiwol. (*)

Reporter: Rifan Touk

Ayo tulis komentar cerdas