Home Ekonomi

Sukmawati, Bantu Ekonomi Keluarga Dengan Berjualan Garam

20
Sukmawati yang sehari-harinya berjualan garam, terlihat sedang menunggu pembeli didekat lapangan Abadi Talise Jalan Yos Sudarso, Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Laporan: Fikri Alihana

SETIAP orang pastinya melakukan apa saja demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Begitu pula dilakukan Sukmawati yang membantu ekonomi keluarga walaupun hanya dengan berjualan garam.

Saat ditemui Metrosulawesi, Jumat (7/8/2020) pekan lalu, di seputaran Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Talise. Sosok ibu yang tetap tegar dan penuh semangat ini, begitu menjadi inspirasi para wanita lainnya untuk terus bekerja keras dalam menghadapi kondisi sesulit apa pun.

Dia adalah seorang ibu rumah tangga, yang berkeinginan keras mambantu suami memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga sehari-hari. Menjual garam bagi dia sudah cukup lama dijalani, sejak mulai merasakan ekonomi keluarga yang serba kekurangan.

“Sudah sekitar 10 tahun sebagai penjual garam di Kota Palu. Suka maupun duka telah kami alami bersama suami dan dua anak saya. Penghasilan keseluruhan dalam menjual garam boleh dikatakan tidak menentu. Pendapatan tergantung kondisi pembeli, kadang ramai, tapi bahkan kadang juga sepi pembeli,” tuturnya.

Dirinya yang juga merupakan salah satu korban bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi 28 September 2018 silam, hingga kini masih mendiami hunian sementara (Huntara) yang ada di kompleks lapangan Golf Palu.

Dalam menghadapi situasi ekonomi yang saat ini tengah mengalami kondisi penurunan akibat pandemi covid 19. Sukmawati mengungkapkan hanya mengantongi penghasilan sekitar Rp50 ribu per harinya. Dimana perbandingan penjualan garam sangat berbeda jauh dari sebelummya

“Mau di apa hidup sudah seperti itu pasti ada pasang surutnya. Kalau bisa dibilang kami ini sudah jatuh tertimpa tangga, sudah kehilangan tempat tinggal karena bencana, sekarang tambah parah lagi turunnya hampir 50% penjualan garam,” ungkapnya.

Sementara itu, harga garam yang dijualnya perkilogram hanya Rp10 ribu. Bersama sekitar 20 penjual garam lain, Sukmawati berharap agar pemulihan ekonomi masyarakat yang dilakukan pemerintah bisa secepatnya pulih.

“Dulu pendapatan bisa kami raup Rp500 sampai Rp1 juta, tapi sekarang sudah susah. Kami hanya mengharapkan kembali normal seperti biasa ekonomi,” harapnya. (**)

Ayo tulis komentar cerdas