Home Parigi Moutong

SAR Lakukan Pencarian Nelayan Hilang di Parimo

25
PENCARIAN - Tim SAR mempersiapkan pencarian korban nelayan hilang. (Foto: Humas Basarnas)

Parimo, Metrosulawesi.id – Petugas komunikasi Badan SAR Nasional Palu, menerima laporan terkait dengan adanya satu orang nelayan yang hilang di Desa Ampibabo Timur, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong pada Sabtu 8 Agustsus 2020.

Kepala Basarnas Palu, Andrias Hendrik Johannes, dalam keterangan resminya, Minggu 9 Agustus 2020, mengatakan bahwa informasi yang diterima oleh pihak Basarnas pada Sabtu malam, dari Ardiansyah yang merupakan Kades Ambibabo Timur.

“Indentitas korban diketahui bernama Yurin (50), merupakan nelayan asal desa Ampibabo Timur, kecamatan Ampibabo,” ucapnya.

Kronologis kejadian pada hari Jumat 7 Agustsus 2020, sekitar pukil 14.35 wita, korban pergi melaut di perairan Teluk Tomini Parigi Moutong. Keesokan harinya Sabtu 8 Agustus 2020, pukul 15.00 wita perahu korban ditemukan oleh nelayan dengan keadaan mesin hidup di perairan Teluk Tomini, di seputaran Desa Donggulu, Kecamatan Kasimbar Kabupaten Parimo, dan korban tidak berada di atas perahunya.

“Untuk selanjutnya perahu korban ditarik oleh nelayan dan telah tiba di Desa Ampibabo Timur. Saat keluarga korban mengecek perahu tersebut terlihat bekal yang dibawah oleh korban masih utuh,” jelasnya.

Andrias mengatakan bahwa saat mendapatkan laporan tersebut, Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Andi Sultan, S.E. telah memberangkatkan 1 tim rescue yang berjumlah 4 orang menuju lokasi kejadian.

 “Tim rescue dari Pos SAR Parimo telah diberangkatkan ke lokasi dengan perkiraan tiba dilokasi pada pukul 23.15 wita. Nantinya setelah sampai ke lokasi tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Keesokan harinya barulah tim langsung melakukan pencarian terhadap korban,” terangnya.

“Hari ini, Minggu 9 Agustus 2020, tim rescue yang dipimpin oleh Koordinator Pos SAR Parigi melakukan briefing bersama unsur SAR, untuk selanjutnya tim melakukan pencarian dengan menyisir di area dimana perahu korban ditemukan,” jelasnya.

“Selain penyisiran tim juga menyebarkan informasi ke nelayan-nelayan yang ditemui agar melaporkan ke pihak terkait bilamana saat melakukan aktifitas mereka melihat adanya tanda-tanda keberadaan korban,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas