Home Parigi Moutong

Warga Serbu Warung Lalampa di Toboli

41
Warga memadati warung lalampa dalam rangka menyambut Hari Raya Lalampa ke-2, di poros Trans Sulawesi, di Desa Toboli, Sabtu (8/8/2020). (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

  • Makan Gratis Lalampa Sambut  HUT Parigi Utara ke-13 dan Kemerdekaan RI ke-75

Parimo, Metrosulawesi.id – Memperingati Hari Jadi ke-13 Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) tahun 2020, serta menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia  ke-75, warga Parigi Utara madati pusat kuliner di Toboli. Selain warga setempat, pengunjung dari luarpun bersama-sama untuk memburu kuliner lalampa secara gratis.

Bertepatan menyambut hari jadi kecamatan dan kemerdekaan RI, Pemerintah Kecamatan Parigi Utara bersama warganya merayakan hari yara lalampa kedua tahun 2020. Kuliner lalampa yang menjadi ciri khas Kabupaten Parimo ini, menjadi makanan favorit.

Meski acara dimulai pukul 09.00 WITA, namun warga telah memadati lokasi acara sejak pukul 08.00 WITA. Bahkan lalu lintas Jtrans Sulawesi– sempat padat dan ramai oleh warga yang mengantre lalampa gratis.

Salah seorang warga,  mengaku sudah menunggu pelaksanaan hari raya lalampa itu. Selainb adanya pemberitahuan dari pemerintah setempat baik kecamatan maupun desa,

“Datang sejak pukul 08.00 agar kebagian lalampa  gratis dan tidak mau antri lama-lama,’’ ujarnya.

Makanan khas Parimo, Lalampa yang dipajang di warung-warung lalampa sepanjang trans Sulawesi, Desa Toboli. (Foto: Metrosulawesi/ Zulfikar)

Berbeda dengan Isman, warga Palu yang  menuju Kota Poso. Informasi tentang hari raya lalampa diketahui dari media sosial. Infonya disediakan lalampa secara gratis.

‘’Saya sengaja mampir, meski belum dimulai acaranya,’’ ungkap Isman sembari menambahkan perayaan hari raya lelampa tahun sebelumnya, ia bersama keluarganya sempat mampir ikut menikmati lalampa gratis.

Camat Parigi Utara, Rahman Badja, mengatakan, perayaan hari raya lalampa kedua kali ini, digelar sehari saja yakni Sabtu (8/8/2020) mulai pukul 09.00 Wita hingga pukul 17.00 Wita.

Dikatakan Rahman, sepanjang  pusat kuliner di Desa Toboli, masing-masing warung lalampa yang ada,  membuat Lalampa sebanyak 500 buah, bahkan ada yang Lebih.

Ditambahkannya, hari raya lalampa dilaksanakan setiap tahunnya, Sebab, sajian kuliner lalampa ini, adalah ciri khas pariwisata masyarakat Parigi Utara yang Patut dikembangkan. (*)

Reporter: Zulfikar

Ayo tulis komentar cerdas