Home Sigi

Sigi Daerah Tertinggal karena Bencana

39
KUNJUNGAN - Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertingal, Rafdinal dan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, M.Fahri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI) berkunjung ke Sigi. (Foto: Metrosulawesi/ Ariston Aporema Sorisi)

  • Perlu Maksimalkan Koperasi atau BUMDes

Sigi, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten Sigi menerima kunjungan Direktur Perencanaan dan Identifikasi Daerah Tertingal, Rafdinal dan Direktur Pemberdayaan Masyarakat Desa, M.Fahri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI) di aula kantor Bupati Sigi, Kamis, 6 Agustus 2020.

Kunjungan tersebut dalam hal melakukan melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev), sekaligus memberikan klarifikasi pembangunan yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi.

Rafdinal memaparkan pada Mei 2018, dari hasil penghitungan indikator kriteria ketertinggalan, Kabupaten Sigi sudah keluar dari status daerah tertinggal, namun status ini berubah pasca terjadinya bencana gempa pada September 2018 lalu. “Walaupun demikian, kami sangat mengapresiasi proses recovery pasca-bencana di Kabupaten Sigi,” ungkapnya.

Rafdinal memberikan beberapa masukan agar pemerintah daerah dapat memaksimalkan koperasi atau BUMDes sebagai media pemasaran hasil pertanian masyarakat, sehingga petani dapat benar-benar fokus bertani dan tidak dibebani dengan masalah pemasaran hasil pertaniannya.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur PMD, M.Fahri, yang menilai bahwa apa yang dilakukan Pemda Sigi sudah sangat baik. Salah satunya yaitu melalui pengalokasian dana desa untuk pengentasan kemiskinan di Kabupaten Sigi merupakan yang terbesar di Sulawesi Tengah. “Kunci utama percepatan pembangunan yaitu sinergitas seluruh komponen,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Sigi, Mohamad Irwan, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kemendes PDTT dan berharap bahwa melalui kunjungan ini ada solusi dan masukan-masukan yang diberikan dalam rangka peningkatan percepatan pembangunan di Kabupaten Sigi. Dia menitipkan beberapa hal terkait dengan kondisi di Kabupaten Sigi dengan harapan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat di antaranya terkait dengan proses recovery pasca-bencana yang terus berproses, serta kondisi infrastruktur jalan yang masih menjadi kendala utama dalam kegiatan ekonomi dan kegiatan lainnya.

Reporter: Ariston Aporema Sorisi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas