Home Palu

Santunan Duka Tahap Dua Segera Cair

45
Romi Sandi Agung. (Foto: Metrosulawesi/ Hakir)

  • Tinggal Menunggu Pembuatan Rekening

Palu, Metrosulawesi.id – Penyaluran santunan duka bagi korban gempabumi, tsunami, dan likuefaksi 28 September 2018 tinggal selangkah lagi. Saat ini, data ahli waris penerima santunan duka tahap dua sudah berada di pihak Perbankan.

Kepala Dinas Sosial Kota Palu, Romi Sandi Agung mengatakan, Kementerian Sosial RI menunjuk Bank Mandiri sebagai penyalur santunan duka bagi korban bencana 28 September 2018 lalu. Saat ini kata Romi, tinggal menunggu pembuatan rekening dari pihak perbankan dan diserahkan kepada ahli waris.

“Data sudah ada dalam Bank Mandiri, tinggal menunggu uangnya, nanti Bank Mandiri pusat yang buat rekening,” jelas Romi, saat ditemui, Kamis 6 Agustus 2020.

Romi menjelaskan, berdasarkan hasil validasi data yang dilakukan Kementerian Sosial RI, sebanyak 1.324 ahli waris yang akan menerima santunan duka tahap dua tersebut. Hanya saja, saat ini pihaknya masih berkomunikasi dengan ahli waris yang berdomisili di luar Kota Palu.

“Sekarang ini kita masih berkomunikasi dengan sejumlah ahli waris, karena ada 230 ahli waris luar kota, kita masih intens cari tahu. Kita sudah koordinasi dengan Dinas Sosial di sana, cuma masih ada yang sulit dihubungi, karena tempat tinggalnya yang agak di pelosok, seperti di Kalimantan, Mamuju, dan sejumlah daerah lainnya,” tambah Romi.

Penyaluran dana santunan duka tahap dua itu, kata Romi, memang direncanakan disalurkan pada Agustus 2020. Namun karena adanya masa tanggap darurat bencana non alam Covid-19, dana santunan duka sempat dibekukan untuk sementara waktu oleh pemerintah pusat, sehingga rencana penyaluran semakin tertunda.

“Dana santunan per jiwa senilai Rp15 juta. Data ahli waris penerima dana ini sudah dikunci,” terangnya.

Dana santunan duka, kata dia, merupakan bantuan kebencanaan yang diserahkan kepada masyarakat terdampak bencana alam 28 September 2018 di Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Donggala, serta sebagian masyarakat Parigi Moutong.

Reporter: Hakir
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas