Home Palu

Pendaftar SMMPTN Bisa Dapat KIP Kuliah

41
Lukman Nadjamuddin. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Tadulako (Untad) membuka peluang pendaftar Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) mendapat bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Wakil Rektor Untad Bidang Akademik, Dr Lukman Nadjamuddin, menerangkan pendaftar SMMPTN bisa dapat KIP Kuliah apabila kuota bantuan pengganti Bidikmisi tersebut dari jalur SNMPTN dan SBMPTN belum terpenuhi.

“Kuota KIP Kuliah Untad sekitar 1.200 sampai 1.300 orang, yang baru terpakai melalui jalur SNMPTN sekitar 500 orang. Nanti dilihat kalau masih ada kuota yang tersedia kita beri kesempatan kepada pendaftar SMMPTN,” ungkap Lukman di Palu, Selasa, 4 Agustus 2020.

Dia mengatakan KIP Kuliah disiapkan untuk membantu mahasiswa berprestasi melanjutkan pendidikan tinggi yang terkendala biaya. Untad sebelumnya disiapkan jatah KIP Kuliah sekitar 2.500 mahasiswa. Namun jatah tersebut berkurang karena Untad baru-baru ini mendapat kuota KIP Kuliah dari Kemendikbud bantuan untuk mahasiswa terdampak pandemi Covid-19.

KIP Kuliah sendiri merupakan program yang digagas Presiden Jokowi menggantikan Bidikmisi. Dengan tujuan yang sama, KIP Kuliah diperuntukkan sebagai bantuan biaya pendidikan bagi calon mahasiswa tidak mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik.

Nantinya mahasiswa yang mendapat KIP Kuliah akan menerima bantuan sebesar Rp700 ribu perbulan, selama empat tahun atau delapan semester. Bagi calon penerima KIP Kuliah yang dinyatakan lulus verifikasi administrasi harus melakukan registrasi secara online.

Calon penerima KIP Kuliah diwajibkan mengunggah dokumen yang dipersyaratkan yaitu mengisi biodata, pas foto ukuran 3 x 4, scan/foto kartu keluarga asli, dan surat pernyataan bermaterai dilengkapi tandatangan.

Kata Lukman, untuk penentuan akhir mahasiswa calon penerima KIP Kuliah melalui survei lapangan. Tim yang ditunjuk nantinya melakukan survei lapangan ke rumah-rumah calon penerima KIP Kuliah. Namun untuk jadwal survei lapangan masih harus menyesuaikan dengan perkembangan pandemi virus corona (Covid-19) di daerah ini.

“Apabila dari survei tersebut tidak sesuai dengan dokumen yang yang diupload calon penerima, bantuan KIP Kuliah akan dihentikan,” tandas Lukman.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas