Home Banggai Kepulauan

Bupati Bangkep Serahkan BLT-DD dari Rumah ke Rumah

33
Bupati Bangkep, Rais D Adam (kanan jongkok) menyerahkan BLT DD ke rumah-rumah warga penerima manfaat. (Foto: Ist)

Bangkep, Metrosulawesi.id Bupati Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, Rais D Adam, menyerahkan langsung Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) tahap kelima, periode Agustus 2020, di  Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan,  Kamis (6/8/2020).

Dalam sambutannya, Bupati Bangkep, mengharapkan kepada seluruh warga penerima manfaat, agar bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga. Sebab, itulah yang sebetulnya menjadi dasar kebijakan pendistribusian bantuan ini.

“Harapannya, bantuan itu tidak disalahgunakan atau dibelanjakan untuk kebutuhan yang kurang terlalu penting,’’ pinta Rais Adam.

Pantauan Metrosulawesi.id, hal yang lebih istimewa dalam proses penyaluran BLT itu, yakni bupati secara langsung ikut menyalurkan bantuan tersebut dari rumah ke rumah warga penerima manfaat.

Sementara itu, menurut Camat Kecamatan Totikum Selatan, Afriyanto Pomalango, Desa Kalumbatan pada penyaluran kali ini merupakan desa tercepat kedua dari Desa Binuntuli, Kecamatan Liang yang telah menyalurkan BLT DD di Kabupaten Bangkep.

Secara detail, camat yang akrab disapa Pido itu menyebutkan, jumlah keselurahn penerima BLT DD di Desa Kalumbatan untuk periode ini adalah sebanyak  281 KK dengan besaran bantuan total sebanyak Rp. 84.300.000.

Penyerahan BLT DD kepada penerima manfaat oleh Bupati Bangkep, Rais D Adam. (Foto: Ist)

“Setiap desa pasti mempunyai problematika berbeda dalam penyaluran BLT, tetapi alhamdulilah pemerintah desa mampu menyelesaikan msalahnya secara internal, sehingga tidak membulkan gejolak horisontal di masyarakat,’’  ujar Pido.

Olehnya itu, sambung Pido, pihaknya sangat berterima kasih kepada seluruh desa se Kecamatan Totikum Selatan, utamanya kepada Pemdes Kalumbatan yang telah mampu menyelesaikan permasalahan internal terkait BLT ini, sehingga tidak menimbulkan gejolak horisontal di masyarakat.

Selain itu, Pido juga berharap agar pemerintah senantiasa terbuka menerima kritik dan saran dari berbagai pihak, sepanjang hal itu masih bersifat konstruktif.

“Saya berharap pemerintah desa tidak alergi kritik dan saran dari masyarakat, buat ruang mediasi untuk menyelesaikan setiap masalah yang terjadi” tukas Pido. (*)

Reporter: Rifan Touk

Ayo tulis komentar cerdas