Home Palu

Wali Kota: Angka Positif Covid Wilayah Tetangga Tinggi

27
RAKOR - Sekretaris Kota Palu, Asri, saat memberikan laporan terkait penanganan Covid-19 di Kota Palu. Tampak Wali Kota Palu, Hidayat (rompi merah) memimpin langsung jalannya Rapat Koordinasi (Rakor) di kediamannya, Selasa, 4 Agustus 2020. (Foto: Humaspemkot)

  • Kota Palu Tetap Berlakukan Buka Tutup Perbatasan

Palu, Metrosulawesi.id – Wali Kota Palu, Drs. Hidayat, M.Si memimpin langsung jalannya Rapat Koordinasi (Rakor) bersama beberapa pimpinan OPD dan Camat se-kota Palu di kediamannya, Kelurahan Tavanjuka Selasa, 4 Agustus 2020.

Rakor ini membahas tentang kelanjutan Pos Lapangan Pemeriksaan Kesehatan di pintu masuk wilayah Kota Palu, menindaklanjuti surat Gubernur Sulawesi Tengah tertanggal 28 Juli 2020 terkait Pengaturan Arus Barang dan Penumpang dalam Masa New Normal (Covid-19).

“Pelaksanaan buka tutup pintu masuk kabupaten kota berdasarkan surat gubernur pada intinya tidak perlu lagi buka tutup, artinya bebaskan orang keluar masuk,” ungkap Wali Kota Hidayat saat ditemui usai rapat.

Hidayat menyatakan Pemerintah Kota Palu bersepakat tetap memberlakukan buka tutup kembali di pintu masuk wilayah Kota Palu sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

Hal ini dilakukan, kata Hidayat, karena berbagai pertimbangan berdasarkan fakta-fakta di lapangan yang sudah diungkapkan oleh OPD yang bertugas. Salah satunya adalah didapatinya delapan orang dari Makassar terkonfirmasi positif Covid-19 secara kumulatif sejak Pos Lapangan diberlakukan April 2020 lalu.

“Angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Manado, Gorontalo, dan Makassar masih sangat tinggi. Kita di Kota Palu sangat khawatir dengan beberapa daerah tersebut. Apalagi Palu merupakan sentra keluar masuk orang,” ungkapnya.

Menurut Wali Kota Hidayat, konsep penanganan Covid-19 di Kota Palu mengadopsi cara-cara di Wuhan, yang mana ada tiga kasus yang betul-betul diawasi yaitu Pelaku Perjalanan, Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Pelaku Perjalanan, kata Hidayat, harus melalui pemeriksaan kesehatan di pintu masuk Kota Palu, kemudian kasus OTG dan ODP tidak boleh melakukan isolasi mandiri, namun harus dirawat di pondok perawatan yang telah disiapkan yakni di Asrama Haji dan Rusunawa Pantoloan.

“Nah tiga kasus ini betul-betul kita redam, sehingga masyarakat Kota Palu sudah bisa merasakan hasil dari kerja Pemerintah Kota Palu bahwa angka Covid-19 betul-betul kita bisa tekan,” lanjutnya.

Oleh karena itu, Wali Kota Hidayat telah memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Palu untuk membuat surat kepada Gubernur Sulawesi Tengah agar kiranya Kota Palu tetap diberikan ruang untuk melakukan kebijakan-kebijakan dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat.

“Saya mohon Gubernur agar kami Pemerintah Kota Palu diberikan kelonggaran dalam mengambil kebijakan-kebijakan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan warga Kota Palu,” harapnya.

Wali Kota Hidayat juga mengatakan bahwa dirinya sudah menandatangani surat permohonan kepada Gubernur agar pihaknya dibantu terkait pendanaan selama dua bulan, khusus untuk pos pemeriksaan di pintu masuk wilayah Kota Palu.

“Saya kira kita sudah empat bulan lebih melakukan penjagaan di pintu masuk Kota Palu menggunakan kemampuan dana kita sendiri. Olehnya kami memohon kepada Gubernur kiranya bisa dibantu pendanaan selama dua bulan, khusus untuk pos lapangan. Sementara untuk Tim Surveillance maupun Pondok Perawatan, Insyaallah kami masih mampu,” tandasnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas