Home Morowali

Buruh Kawasan IMIP Unjuk Rasa

36
UNJUK RASA - Aliansi Buruh di Kawasan PT IMIP site Morowali unjuk rasa, Rabu 5 Agustus 2020. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)

Morowali, Metrosulawesi.id – Aliansi buruh dan rakyat bersatu dengan membawa sejumlah tuntutannya berunjuk rasa di kawasan PT IMIP site Morowali, di Desa Fatufia Kecamatan Bahodopi Morowali, Rabu 5 Agustus 2020.

Isi tuntutan yang dibawa dalam aksi ini meliputi, pekerjakan kembali buruh yang dirumahkan, berikan hak cuti buruh, stop segala diskriminasi antara TKA dan tenaga kerja lokal, tolak peraturan perusahaan yang merugikan buruh.

Lanjut, hentikan mutasi sepihak, hapuskan aturan-aturan siluman, hilangkan 3 shift 3 regu, perbanyak pintu jalan keluar masuk karyawan untuk meminimalisir kemacetan dan kecelakaan, serta tingkatkan kapasitas pelayanan kesehatan dan penyesuaikan tanggal SKS. “Dalam aksi hari ini, kami membawa sembilan poin tuntutan,”terang Koorlap Aksi, Afdal.

Terpisah, Koordinator Komunikasi dan Hubungan Media PT IMIP, Dedy Kurniawan, menjelaskan terkait aksi ini secara garis besar manajemen PT IMIP tidak pernah menutup ruang dialog terhadap teman-teman pengurus serikat. Beberapa kali mengundang mereka berdialog baik secara formal maupun informal.

“Terakhir kami mengajak mereka untuk berdialog pada tanggal 2 dan 3 Agustus 2020. Namun dari enam serikat pekerja di kawasan PT IMIP, hanya tiga yang hadir. Dari dialog pada tanggal 3 Agustus 2020 itu dihasilkan sejumlah kesepakatan yang copiannya mungkin sudah tersebar di teman-teman media,” urai Dedy dalam rilisnya.

Salah satu hal penting dalam kesepakatan berita acara itu adalah masalah pemanggilan kerja kembali karyawan yang dirumahkan dan pemberian hak cuti bagi karyawan yang sempat tertunda. Kedua hal tersebut penting dan menjadi prioritas kami karena merupakan bagian dari upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Bagi karyawan yang dirumahkan, manajemen sudah melakukan pemanggilan karyawan secara bertahap sejak tanggal 21 Juli 2020. Seluruh karyawan yang mendapat panggilan itu wajib menjalani proses karantina selama 14 hari di tempat yang sudah disiapkan oleh perusahaan termasuk akomodasi berupa makan. Kebijakan itu diambil untuk betul-betul memastikan bahwa seluruh karyawan yang sempat dirumahkan bebas dari paparan Covid-19.

“Pemanggilan kembali tahap kedua dan ketiga terhadap karyawan yang dirumahkan sekarang sementara dilakukan pihak HRD,”papar Dedy.

Dalam proses pemanggilan itu ada beberapa kendala teknis, antara lain, karyawan bersangkutan tak bisa dihubungi karena sudah ganti nomor telpon atau masih berada di kampung halamannya. Sementara hak cuti karyawan yang sempat tertunda, sesuai kesepakatan tanggal 3 Agustus 2020 bersama serikat pekerja, dalam waktu dekat sudah bisa digunakan dengan catatan kekurangan man power atau tenaga kerja di sejumlah departemen sudah ditutupi oleh karyawan-karyawan yang sudah selesai mengikuti proses karantina.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas