Home Sulteng

SKB CPNS Sulteng di Delapan Lokasi

67
Supardi. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

  • Peserta Wajib Daftar Ulang Sampai 7 Agustus

Palu, Metrosulawesi.id – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Formasi Tahun 2019 untuk Sulawesi Tengah (Sulteng) dipusatkan di delapan lokasi. Lokasi tes ini tersebar di beberapa kabupaten/kota.

Kepala UPT BKN Donggala di Palu, Supardi, menerangkan delapan lokasi yang akan melaksanakan SKB yaitu UPT BKN di Palu, Parigi Moutong, Tojo Unauna, Buol, Tolitoli, Banggai Laut, Banggai Kepulauan, dan Morowali.

“Kalau yang dari Sigi dan Donggala tesnya di UPT BKN di Palu. Morowali dan Morowali Utara ujianya di Morowali,” ungkap Supardi kepada Metrosulawesi, Selasa, 4 Agustus 2020.

Dia mengatakan untuk peserta SKB yang saat ini kebetulan sedang di luar Sulawesi Tengah bisa memilih lokasi tes di provinsi tempatnya berada. Hal ini bertujuan meminimalisir pergerakan orang untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Peserta dikatakan wajib melakukan pendaftaran ulang yang berlangsung mulai 1 sampai 7 Agustus. Untuk pelaksanaan tes SKB sudah ditetapkan mulai 1 September sampai 12 Oktober 2020.

Sebelum pelaksanaan tes, BKN akan melakukan beberapa tahap yaitu verifikasi data hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) mulai 27 sampai 30 Juli. Selanjutnya pengumuman dan pendaftaran ulang SKB mulai 1 sampai 7 Agustus 2020. Setelahnya peserta harus melakukan pencetakan kartu ujian SKB pada 8 Agustus.

“BKN akan melakukan penjadwalan SKB pada 10 sampai 14 Agustus dilanjutkan pengumuman jadwal tes 18 Agustus,” ujar Supardi.

Supardi mengatakan untuk pengolahan nilai hasil SKD dan SKB dijadwalkan pada 8 sampai 18 Oktober 2020. Kemudian rekon integrasi hasil SKD dan SKB dilakukan pada 19 sampai 23 Oktober. Untuk pengumuman akhir hasil tes SKB akan disampaikan pada 30 Oktober 2020.

“Berikutnya nanti yang dinyatakan lolos menjadi CPNS akan diusulkan penetapan NIP mulai 1 sampai 30 November,” pungkas Supardi.

Ditegaskan, seluruh pelaksanaan tes SKB wajib memperhatikan pedoman dan protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah pusat dan daerah masing-masing.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas