Home Hukum & Kriminal

Polisi Buru Tiga DPO Debt Collector

31
BERI KETERANGAN - Kapolres Palu, AKBP Moch Sholeh SIK, saat press rilis kasus perampasan kendaraan yang dilakukan oleh tersangka Debt Collector (samping kiri), di Mapolres Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)

  • Lakukan Premanisme Rampas Paksa Kendaraan Nasabah

Palu, Metrosulawesi.id – Tim Buser Sat Reskrim Polres Palu, Terus melakukan pengejaran terhadap tiga orang debt collector, pelaku aksi premanisme yang terjadi di jalan W.R Supratman, Kota Palu, pada hari Rabu 22 Juli 2020 lalu.Ketiga pelaku yang sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres palu itu, berinisial OP, DI dan FE.

Kasat Reskrim Polres Palu AKP Sigit Suhartanto SIK, kepada wartawan Metrosulawesi, Senin 3 Agustus 2020, mengatakan bahwa ketiga pelaku itu, ditetapkan sebagai DPO, setelah salah satu dari pelaku perampasan kendaraan itu, berhasil di amanakan.

“Salah satu pelaku yang kami amankan berinisial MI alias WAN(26), dan minggu kemarin sudah dilakukan press rilis terhadap tersangka oleh Kapolres Palu,” ucapnya.

Dalam kesempata itu juga, AKP Sigit Suhartanto, mengimbau kepada para DPO untuk menyerahkan diri, ke pihak kepolisian terdekat, atau langsung ke Mapolres palu, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, aksi premanisme yang dilakukan sekelompok orang yang mengatasnamakan debt collector itu, sempat viral di media sosial dan kasus menjadi perhatian serius Kapolres Palu, AKBP Moch Sholeh SIK, yang menekankan bahwa kasus tersebut harus segera di tuntaskan, dengan menagkap para pelaku.

Kapolres Palu, AKBP Moch Sholeh SIK, saat gelar tersangka pada Kamis 30 Juli 2020, juga menjelaskan bahwa para debt collector tersebut  ditugaskan dan diberi kuasa dari MNC Finace, untuk menarik mobil milik korban, yang menunggak pembayarannya kreditnya.

Namun, dalam usaha paksa penarikan kendaraan itu, di dalam kendaraan korban yang digunakan sebagai angkutan penumpang itu, ada juga barang milik penumpang, serta uang tunai milik korban, sejumlah Rp.5 juta, juga di bawak kabur oleh para pelaku.

“Kami tidak ikut campur dalam urusan utang piutang karena itu wewenang pihak lain, dan Polres Palu mengurus laporan perampasannya karena ada pelanggaran hukum, dan kepada terduga pelaku disangkakan dengan tindak pidana perampasan yang diatur dalam Pasal 368 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun,” tegasnya.

“Pasal tersebut menyebutkan barang siapa dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain atau supaya memberi hutang maupun menghapuskan piutang, diancam, karena pemerasan,” tambahnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas