Home Ekonomi

Covid-19, Okupansi Swiss-belhotel Palu Anjlok

29
GM Swiss-belhotel Palu Wisnu Aditya saat melakukan rapid test, Senin, 3 Agustus 2020. Rapid test juga dilakukan kepada seluruh karyawan yang ada. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)

Palu, Metrosulawesi.id – Selama pandemi Covid-19 menyerang Kota Palu, okupansi Swiss-belhotel PAlu anjlok dengan rata-rata kurang dari 10 persen.

Hal itu disampaikan General Manajer Swiss-belhotel Palu Wisnu Aditya kepada sejumlah wartawan, Senin, 3 Agustus 2020.

Menurut Wisnu, dari Maret hingga Juni, hotel yang dipimpinnya tutup. Bulan Juli kembali buka sebanyak 25 persen.

“Jadi kalau mau dihitung rata-rata okupansi, kurang dari 10 persen dari 115 kamar. Hari terhuni empat kamar,” kata Wisnu.

Agar tetap bisa eksis, manajemen Swiss-belhotel menerapkan protokol kesehatan yaitu menjaga kebersihan, pakai masker, jaga jarak dan selalu cuci tangan atau memakai hand sanitizer. Tamu-tamu yang masuk juga selalu diukur suhu tubuhnya tidak lebih dari 37,5 atau 38 derajat Celsius. Karyawan juga mengenakan masker dan face shield. Kemudian pada tempat-tempat duduk atau meja diberikan tali, artinya jangan ditempati.

“Jadi ada pembatasan,” kata Wisnu.

Kemudian kamar-kamar disemprot dengan disinfektan secara reguler dan berkesinambungan.

Wisnu berharap kondisi perhotelan sebagai penunjang sektor pariwisata mendapat perhatian dari pemerintah.

Wisnu mengatakan, karyawan ada 33 dari 120 orang yang masih masuk bekerja. Ada beberapa yang berhenti dan kembali ke kampung bersama keluarga karena tidak bisa bertahan dengan kondisi saat ini. Dia berharap ketika situasi sudah membaik, karyawan bisa kembali bekerja.

Untuk memastikan kondisi kesehatan karyawannya, Swiss-belhotel melakukan rapid tes. Rapid test menggandeng Prodia. Satu persatu karyawan diambil sampel darahnya termasuk GM, Wisnu Aditya.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas