Home Pendidikan

Legislator Minta Pemda Sedikan Fasilits Wifi

34
Ibrahim A Hafid. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tengah (Sulteng) harus menyediakan fasilitas wifi dalam masa belajar daring (dalam jaringan) yang diakibatkan covid-19.

“Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan harus menyiapkan fasilitas wifi yang bisa diakses dan kemudian disiapkan tempat oleh pihak sekolah untuk proses belajar bagi siswa,” papar Anggota DPRD Sulteng, Ibrahim A Hafid, dilansir dari sultennews.com, Minggu 2 Agustus 2020.

Dikatakan, perlu disiapkan tempat untuk siswa mengakses wifi, sehingga jika ada siswa yang tidak memiliki data mereka bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

Selanjutnya kata dia, bagi siswa yang tidak memiliki handphone, maka di tempat itu disiapkan pula laptop.

Dia juga mengungkapkan, perlunya pengelompokan siswa dengan sistem zonasi, untuk siswa yang berada di kelurahan atau desa yang berdekatan untuk dikumpulkan pada satu tempat khususnya bagi siswa yang tidak memiliki fasilitas pribadi.

“Dengan begitu akan mempermudah siswa dalam melakukan proses belajar secara daring. Dalam pengelompokan siswa tersebut tidak boleh lepas dari protokol kesehatan seperti jaga jarak dan juga memakai masker serta disiapkan tempat cuci tangan,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan cara begitu bisa mensukseskan pendidikan yang berada di Sulawesi Tengah, karena jangan sampai akibat dari covid-19 ini menurunkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Anggota Komisi VI DPRD Sulteng itu juga mengatakan, pihaknya sudah membahas berkaitan masalah pendidikan sekarang ini, apakah siswa sudah bisa disekolahkan. Namun hasil dari analisa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bahwa siswa belum bisa melaksanakan sekolah secara tatap muka.

“Karena ada juga beberapa kejadian akibat dari metode daring ini, siswa yang tidak mengikuti pelajaran secara daring kemudian siswa tersebut tidak naik kelas,” ujarnya.

Dia juga menambahkan, walaupun disebagian tempat melakukan proses belajar secara dor to dor yaitu guru-guru yang mengunjungi rumah siswa, namun hal itu memerlukan waktu tertentu.

Dia juga menambahkan, saat ini dengan proses pelajaran secara daring orang tua sudah menjadi guru untuk anaknya di rumah, akan tetapi bagi orang tua yang tidak memiliki basic untuk memberikan metode pelajaran ini akan menimbulkan stres terhadap orang tua.

“Ketika orang tua memberikan pelajaran dengan metode yang salah maka yang terjadi bukanlah kecerdasan tapi kekerasan,” tandasnya. (*)

Ayo tulis komentar cerdas