Home Politik

Ibrahim: APBD 2021 Tidak Menggambarkan Optimisme

18
Ibrahim A Hafid. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusli Baco Dg Palabbi, sudah menyampaikan nota pengantar Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2021 dalam rapat paripurna DPRD Sulteng, Selasa 28 Juli 2020. Dalam nota pengantar itu, Pemda Sulteng dinilai tidak menggambar optimisme serta tidak mempunyai target yang ingin diwujudkan dalam anggaran tahun depan.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sulteng, Ibrahim A Hafid, saat berbincang dengan wartawan Metrosulawesi, sesaat setelah rapat paripurna. Apa yang diutarakan wakil gubernur hanya sebatas normatif tanpa ada gairah di penghujung masa bakti.

Menurut Ibrahim, dalam nota pengantar KUA PPAS 2021, pemerintah tidak memberikan gambaran target pengentasan kemiskinan yang akan dituntaskan di penghujung masa jabatan. Padahal angka kemiskinan di Sulteng cukup tinggi, sayangnya itu tidak terlihat dalam nota pengantar KUA PPAS.

“Sepertinya pemerintah tidak semangat dalam menyusun program, khususnya untuk tahun 2021. Saya tidak melihat ada optimisme yang dibangun, target yang harus dituntaskan. Apa yang disampaikan Wagub di hadapan paripurna, hanya normatif saja cenderung mengulang tahun-tahun sebelumnya,” tegas Ibrahim A Hafid.

Lanjut Ibrahim, realisai investasi di Sulteng setiap tahunnya meningkat, tetapi pemerintah tidak menggambarkan dalam kebijakan umum anggarannya seberapa besar manfaat yang akan dinikmati masyarakat Sulteng.

“Pendapatan kita cenderung stagnan setiap tahunnya, kalaupun ada peningkatan itupun kecil sekali. Bahkan hamparan sumber daya alam milik Sulteng bukan penyumbang utama pendapatan kita,” tegas Ibrahim.

Politisi asal Parigi Moutong ini juga mengkritsi nota pengantar yang dibacakan Wagub, karena hanya sebatas menyebutkan angka-angka realisasi tahun-tahun sebelumnya. Semestinya dalam nota pengantar KUA-PPAS 2020, pemerintah lebih banyak memberikan gambaran atau sebuah optimisme besar yang ingin diwujudkan tahun 2021.

“Pengantar KUA PPAS menjadi pijakan APBD 2021. Pikiran besar gubernur dan wakil gubernur dalam kebijakan umum anggaran, itulah yang kemudian dituangkan dalam APBD 2021. Kalau kebijakan umum anggarannya saja tidak memberikan optimisme, bagaimana mungkin APBD kita bisa maksimal,” ujarnya.

Ibrahim menegaskan fraksi Nasdem akan mengawal ketat seluruh proses pembahasan anggaran, demi memastikan seluruh anggaran yang disetujui DPRD nanti benar-benar tepat sasaran.

“Pendapatan daerah juga akan kami kawal dengan baik, kami ingin memastikan seluruh potensi yang dimiliki daerah ini benar-benar tergambarkan dalam pendapatan kita,” tuturnya.

Sebagai provinsi dengan potensi pertambangan, gas dan minyak bumi yang besar, seharusnya masyarakat Sulteng saat ini sudah menikmati kemakmuran. Sayangnya segala potensi itu belum dinikmati oleh rakyatnya.

“APBD tahun 2021, kami ingin memastikan program pengentasan kemiskinan terlihat jelas dalam APBD kita,” tegasnya.

Reporter: Elwin Kandabu
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas