Home Palu

Prof Zainal Ajak Umat Islam Perkokoh Imunitas Sosial

13
Ketua MUI Palu, Prof Zainal Abidin, saat menyampaikan khutbah Idul Adha di lapangan Vatulemo Palu, Jumat, 31 Juli 2020. (Foto: Ist/ Humas Pemkot Palu)
  • Ribuan Ummat Islam Kota palu Sholat Ied di Lapangan Vatulemo

Palu, Metrosulawesi. id – Ribuan ummat Islam Kota Palu, Sulawesi Tengah, melakukan sholat Ied Idul Adha 1441 Hijriah, di Lapangan Vatulemo Palu, Jumat (31/07/2020) pagi. Meski dilakukan di lapangan, pelaksanaan sholat Ied yang dihadiri Wali Kota Palu, Drs. Hidayat ini, tetap melaksanakan protokol  kesehatan dalam pencegahan Covid.-19.

Dalam kesempatan tersebut yang bertindak selaku Imam Shalat Id adalah Kepala Kementerian Agama kota Palu, Drs. KH. Ma’sum Rumi, MM dan Khatib yaitu Ketua MUI Kota Palu, Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag.

Dalam khutbahnya,  Zainal Abadin, yang juga merupakan guru besar pemikiran Islam di IAIN Palu menyampaikan tentang refleksi semangat Idul Qurban dalam memperkokoh imunitas sosial.

Menurutnya, suasana Idul Adha kali ini memiliki nuansa yang berbeda dari hari Raya Idul Adha tahun lalu, dimana ada batasan-batasan protokol kesehatan yang harus tetap dijaga di tengah pandemi Covid-19.

“Semoga hal itu tidak mengurangi kekhusyu’an ibadah Sholat Ied, serta semangat kita menjalankan ritual Qurban,” katanya.

Ia mengungkapkan, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik yaitu manusia dengan segala kemampuan ilmu pengetahuan dan kecanggihan teknologi yang dimilikinya, ternyata tidak berdaya menghadapi makhluk Tuhan yang super kecil bernama virus Corona.

Ini saatnya, kata Prof. Zainal, manusia melakukan instrospeksi diri, mungkin selama ini di antara kita ada yang merasa bangga dengan kekuasaan di genggaman, harta kekayaan yang dimiliki, atau status sosial yang disandang.

Pelaksanaan salat Idul Adha 1441 Hijriah di Lapangan Vatulemo Palu, Jumat (31/07/2020). (Foto: Ist/ Humas Pemkot Palu)

“Yakinlah bahwa jika Allah menghendaki, semua itu bisa lenyap dalam sekejap dengan cara yang tak pernah bisa diduga sebelumnya. Seperti halnya Corona yang tak pernah diprediksi kehadirannya,” jelasnya.

Prof. Zainal, mengatakan pelajaran selanjutnya yang dapat dipetik atas musibah ini adalah betapa pentingnya menjalin kebersamaan, karena satu-satunya cara efektif untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah kesadaran bersama untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Bagaimanapun hebatnya seseorang pasti akan membutuhkan orang lain, tak seorang pun manusia yang hidup tanpa bergantung sesamanya,” katanya.

Pelajaran terakhir yang dapat dipetik, lanjutnya, adalah bagi orang beriman musibah pandemi Covid-19 ini menunjukkan kecintaan Allah Swt kepada hamba-Nya yang beriman seperti ungkapan Rasulullah Saw yaitu sesungguhnya Allah Swt apabila mencintai hamba dia akan mengujinya untuk mendengar keluh kesahnya.

“Akhirnya, dengan spirit Idul Qurban, mari kita bangkit memperkokoh imunitas sosial melalui kebersamaan dan semangat persaudaraan, sehingga dapat melewati ujian pandemi ini dengan selamat. Semoga bangsa dan negara serta seluruh rakyat Indonesia dalam keadaan damai, tentram, dan sejahtera dalam naungan ridha illahi,” tandasnya.

Sholat Idul Adha di Lapangan Vatulemo berjalan secara khusyu’ dan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 seperti menjaga jarak shaf, jamaah wajib mengenakan masker, dan disediakan cuci tangan beserta sabunnya.

Hari raya Qurban kali ini, Wali kota secara pribadi mengurbankan tujuh ekor sapi dan tiga ekor kambing yang telah diserahkan ke beberapa titik seperti Hunian Tetap (Huntap), Masjid-masjid, dan lainnya. (*)

Reporter: Moh. Fadel

Ayo tulis komentar cerdas