Home Ekonomi

Covid-19 Pengaruhi Penjualan Sapi Kurban

20
Pedagang sapi kurban di lokasi penjualan hewan ternak di Jalan Pipa Air, Kecamatan Palu Barat, Senin (27/7/2020). (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Pandemi virus corona alias Covid-19 di Indonesia yang berdampak pada sektor ekonomi masyarakat, juga dirasakan para pedagang sapi hewan ternak di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hal itu terbukti pada penjualan hewan kurban di Kota Palu H-4 Idul Adha, Senin (27/7/2020).

Di lokasi penjualan hewan di Jalan Pipa Air, Kecamatan Palu Barat, para pedagang mengeluhkan kurangnya penjualan sapi kurban yang berdampak pada harga jual. Harga jual sapi kurban tahun ini dinilai turun drastis jika dibandingkan dengan tahun 2019 lalu.

Wahab, salah satu penjual hewan kurban mengatakan, sampai dengan Senin siang para pembeli yang datang cukup sedikit. Bahkan kata dia, yang banyak berseliweran di lokasi itu hanya makelar atau orang yang beli sapi untuk dijual kembali.

“Sepi tidak ada pembeli, di sini hanya pembeli dengan pembeli, makelar dengan makelar, padahal banyak sapi datang tapi pembeli tidak ada,” ujar Wahab.

Wahab menambahkan, jumlah sapi di lokasi penjualan ternak itu cukuo banyak tahun ini. Ada yang berasal dari sejumlah kabupaten di luar Kota Palu. Bahkan ada sapi yang didatangkan dari Gorontalo.

Menurut Wahab, banyaknya jumlah sapi kurban dan sepi pembeli tentu akan berdampak pada harga jual di lokasi itu. Terbukti, jika dibandingkan dengan tahun lalu, harga jual menurun. Di mana, sapi kurban yang tahun lalu berharga Rp15 juta per ekor, tahun hanya dijual Rp13 juta lebih.

“Kalau ramai pembeli harga naik, ini pembeli kurang bagaimana mau naik harga sapi, sekarang ini (penjual sapi kurban, red) sudah obral harga,” tambah Wahab.

Sementara itu, Sugianto, pedagang sapi asal Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong menambahkan, kondisi menurunnya hasil penjualan itu dirasakan hampir semua pedagang sapi kurban di lokasi penjualan hewan ternak tersebut. Di mana di tahun-tahun sebelumnya, mendekati hari perayaan Idul Adha seperti saat ini penjualan sapi kurban cukup tinggi.

Harga sapi yang dijual Sugianto pun diakui menurun jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Tahun ini dia menjual sapi kisaran harga Rp9 juta sampai Rp14 juta. Tahun lalu lebih tinggi dari harga tersebut.

“Lebih ramai tahun lalu, sekarang kan corona jadi agak menurun penjualan sapi kurban,” jelas Sugianto.

Meski begitu kata Sugianto, jumlah penjualannya tahun masih mencapai Rp140 juta khusus untuk hewan kurban. Padahal di tahun 2019 lalu total penjualan hewan kurban miliknya mencapai Rp205 juta.

Untik mencapai hasil penjualan itu, selain melayani pembeli di Kota Palu Sulawesi Tengah, dirinya juga melayani penjualan di luar Provinsi Sulawesi Tengah. Sugianto sudah menjual hewan kurban ke Pulau Jawa dan Kalimantan. Penjualan ke luar pulau itu dikirm melalui kapal. Meski ada juga pembeli asal liar pulau yang akan berkurban di Provinsi Sulawesi Tengah.

Pedagang lainnya, Usman mengungkapkan, untuk memastikan hewan kurban di lokasi itu aman dikonsumsi masyarakat, beberapa waktu lalu mereka kedatangan tim pemeriksaan hewan.

“Harus diperiksa itu sapi kurban, apa layak atau tidak,” ujarnya.

Reporter: Hakir
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas